Awal tahun dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memfokuskan kembali energi pada hal-hal yang dianggap penting. Sebagian kita mulai berolahraga dan makan lebih sehat. Namun di tengah fokus untuk menjadi lebih sehat secara fisik, mari kita berhenti sejenak dan memikirkan kehidupan rohani kita. Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan. Kehidupan terus berlangsung dan jika kita tidak secara sadar memperhatikan hubungan kita dengan Tuhan, kesibukan sehari-hari akan menghalangi waktu kita untuk membaca firman Tuhan, berdoa, dan bersekutu dengan Pencipta kita. Walau kita tidak pernah bermaksud demikian, tapi itu terjadi, bahkan bagi kita yang sangat setia kepada Tuhan. Terkadang kita perlu berhenti sejenak dan memikirkan arah hidup kita, seperti yang tertulis dalam Hagai 1: 5, "Perhatikanlah keadaanmu!" Tuhan berbicara kepada umat-Nya melalui nabi Hagai ketika mereka mulai berpaling dari Dia. Sangat mudah untuk berpindah dari satu minggu yang sibuk ke minggu lainnya tanpa berhenti untuk memikirkan hubungan kita dengan Tuhan.
Hari ini kita dapat merenungkan dan mengevaluasi kerohanian kita, dan membuat resolusi Tahun Baru yang berfokus untuk memperkuat iman kita. Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah berkomitmen untuk membaca Alkitab setidaknya 15 menit sehari. Kita harus menyediakan waktu untuk berbicara dengan Dia melalui firman-Nya. Dengan membaca Alkitab, kita akan mendengar Tuhan berbicara. Bukalah Alkitab dan mulailah membaca. 15 menit adalah titik awal karena kita ingin menetapkan tujuan yang realistis. Mungkin akan terasa berat ketika memulainya, namun hal ini akan menumbuhkan iman kita secara eksponensial. Hal lain yang penting adalah untuk membaca seluruh bagian atau bab. Ketika kita hanya membaca satu atau dua ayat saja tanpa membaca keseluruhan pasal, kita bisa keluar dari konteks. Hal kedua yang dapat kita lakukan adalah berlatih untuk berdoa sebelum berbicara. Berapa banyak dari kita yang mendiskusikan kesulitan dan keberhasilan kita dengan teman dekat atau anggota keluarga kita sebelum berdoa? Alih-alih memuji Tuhan atau berdoa tentang apa yang kita hadapi, kita malah berbicara dengan orang lain terlebih dahulu. Sebagai ganti dari kebiasaan ini, simpanlah ponsel agar kita dapat menghilangkan godaan untuk menghubungi para "validator" kita. Berdoalah atas situasi apa pun yang kita hadapi dan teruslah berdoa sampai kita mendapatkan kedamaian. Hal ketiga yang dapat kita lakukan adalah menyingkirkan apa pun yang menjauhkan kita dari Tuhan. Bukan berarti kita mengisolasi diri dari dunia. Kita perlu mempelajari keseimbangan dan mengidentifikasi area dalam hidup kita yang memicu perasaan atau perilaku yang tidak menghormati Tuhan. Misalnya seperti media sosial yang dapat mengembangkan pola pikir duniawi dalam sudut pandang negatif; acara televisi atau film yang memproyeksikan ekspektasi palsu ke dalam hidup kita; teman-teman yang sering mengeluh dan bergosip; kebiasaan buruk seperti kemalasan. Mengidentifikasi dan membuang hal-hal yang menjauhkan kita dari Tuhan, akan menjadi dasar untuk memperkuat iman kita. Percayalah pada rencana-Nya, berdoalah agar kita semua bertumbuh dalam iman kita, dan yang terpenting, kasihilah Tuhan lebih dari kita mengasihi dunia. Tuhan kita dapat menjadikan setiap hari semakin indah. Itulah iman kita di tahun 2024. [EH]