Pernahkah Anda berpikir, bagaimana seseorang bisa tertipu secara rohani dan menyimpang begitu jauh hingga bergabung dalam aliran-aliran sesat? Misalnya saja aliran Jesus Morning Star (JMS) yang dipimpin oleh Jeong Myeong Seok. Ia mengaku menerima wahyu dari Tuhan, bahkan mengaku sebagai reinkarnasi Yesus Kristus. Pengikutnya percaya bahwa ajarannya sesuai dengan Alkitab, mereka juga yakin JMS adalah denominasi Kristen yang sah. Bagaimana orang-orang tidak dapat berpikir objektif dan terkecoh oleh pemimpin agama yang sebenarnya adalah serigala buas? Rasul Paulus juga terkejut betapa cepatnya orang beriman berpaling dari kebenaran, katanya, "Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus." (Galatia 1:6-7).
Seseorang bisa menjadi ekstrim atau tersesat karena diputarbalikannya suatu pengajaran hingga menyimpang jauh dari tujuan yang semula. Kita pun harus sadar bahwa kita sering membiarkan diri kita dikendalikan oleh sifat-sifat yang berdosa, kita selalu ingin memenuhi keinginan kita sendiri, bertingkah kekanak-kanakkan dan tidak suka makanan keras (Ibrani 5:12-13). Ps. Ray Stedman mengatakan bahwa setiap aliran sesat, kelompok yang menyimpang, dan kegerakan palsu melakukan seruannya atas nama cinta. Kekristenan bukan sekedar menganut kepercayaan dan doktrin yang benar, ini memang penting, tapi Yohanes juga menekankan soal dilahirkan dari Tuhan sehingga kita menerima kehidupan baru dan menjadi anak-Nya. Sebab orang-orang yang berasal dari Allah dan menjadi anak-Nya-lah, yang dikatakan telah mengalahkan nabi-nabi palsu. Dengan menjadi anak-anak Allah, kita juga menerima Roh Kudus yang melindungi kita melalui firman Allah yang mengungkapkan kebenaran tentang pribadi dan karya Kristus. Kehadiran Roh yang berdiam di dalam kita memberi kita kemampuan untuk membedakan dan dengan begitu menghindari penyesatan guru-guru palsu. Jadi, inilah tandanya orang-orang yang berasal dari Allah dan disebut sebagai anak-anak Allah, yaitu dengan mengakui Yesus adalah Tuhan (1 Yohanes 5:1), mengalami perubahan hidup yang lebih positif (1 Yohanes 2:29), hidup dalam belas kasih (1 Yohanes 4:7), hidup dalam iman (1 Yohanes 5:4), tidak berbuat dosa lagi (1 Yohanes 3:9), rajin mempelajari firman Tuhan dan hidup dengan ketergantungan pada Roh Kudus untuk dapat memahami kebenaran. [LS]