Kita pasti pernah mendengar perkataan orang-orang yang mengutuki penderitaan. Mereka berbicara bahwa orang beriman dan berdoa pasti dijauhkan dari kesulitan, beberapa orang bahkan dinasihati untuk tidak berbicara mengenai penderitaan, bahkan ada yang bilang bahwa kemakmuran dan kesuksesan adalah tanda-tanda eksternal dari Allah untuk orang yang dikasihi dan diberkati-Nya. Hal-hal semacam ini adalah ajaran yang tidak seimbang.
Ketika Yesus memberi tahu para murid bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan, Petrus langsung menarik dan menegur Dia dengan mengatakan, "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." Tak pernah terbayangkan oleh Petrus jika Yesus akan menderita dan dibunuh. Baginya, itu tidak mungkin menjadi bagian dari rencana besar Tuhan. Namun Petrus ditegur cukup keras oleh Yesus, dan yang perlu menjadi perhatian kita adalah Yesus mengatakan bahwa pemikiran Petrus bukanlah pemikiran yang berasal dari Allah, melainkan manusia. Dari sini kita paham, bahwa doktrin apapun yang menyatakan bahwa penderitaan tidak mempunyai tempat di dalam kehidupan seorang Kristen adalah ajaran yang tidak alkitabiah. Ingat teman-teman Ayub ditegur Allah terkait anggapan mereka yang salah tentang penderitaan yang Tuhan izinkan terjadi atas Ayub (Ayub 42:7). Jangan sesat, kita pun perlu mengakui jika pandangan kita tentang kehidupan Kristen seringkali berpusat pada apa yang kita inginkan. Seperti Petrus, beberapa orang sepertinya memulai perkataannya dengan iman dan wahyu dari Tuhan, namun pikiran mereka begitu terfokus pada berkat-berkat duniawi dan akhirnya melenceng. Jadi marilah kita memahami bahwa penderitaan bukanlah indikasi Anda diberkati atau dikutuk. Selain kita masih hidup di dunia yang hancur karena dosa, penderitaan juga menjadi bagian integral dari kehidupan Kristen yang akan membawa kita pada satu tujuan yang mulia. Tujuan itu macam-macam, Tuhan mungkin mendisiplinkan Anda untuk menyadarkan dan memurnikan Anda. Dia izinkan penderitaan untuk membentuk kita menjadi serupa dengan Kristus. Penderitaan apa pun yang sedang Anda alami hari ini, berserulah kepada Tuhan dan kuatkan diri dengan firman-Nya. Jika teman Anda yang sedang menderita, jangan sesatkan mereka, kuatkan dan berdoalah dengan mereka, arahkan mereka pada tujuan Tuhan yang indah dan kekal. Ingat, pahala terbesar kita bukan di dunia, melainkan di Sorga, dimana tidak ada lagi penderitaan, air mata, dan rasa sakit. [LS]