Setiap hari, kita dikelilingi berbagai macam suara. Orang-orang berbicara, televisi, telepon, radio, media sosial, dan lain sebagainya. Dunia memenuhi telinga kita dengan berbagai berita dan opini yang berbeda-beda. Suara-suara ini ada yang menyuarakan kebenaran dan ada yang menyuarakan kebohongan. Dengan banyaknya suara, sulit untuk mendengar satu suara saja tanpa mendengar suara lainnya.
Sebagai orang percaya, kita perlu belajar mendengar suara Tuhan. Memang tidak selalu mudah untuk mendengar suara Tuhan di tengah dunia yang semakin bising, terutama Iblis yang suka membisikkan kebohongannya. Ia membingungkan kita dan berusaha membuat hidup kita hancur dengan menawarkan kesenangan dari dosa. Jadi, kita perlu belajar membedakan suara musuh dari suara Tuhan. Sadarilah bahwa musuh seringkali berbicara dalam bisikan yang sangat halus. Ia bahkan dapat menyamarkan kebohongannya sebagai suara kebenaran. Yang jelas, ketika Iblis berbicara ke dalam pikiran kita, ia bertujuan untuk memisahkan kita dari Tuhan, melumpuhkan vitalitas rohani, dan menghalangi kita untuk menaati dan melayani Tuhan, baik melalui keputusasaan, godaan, frustrasi, atau depresi. Beberapa prinsip yang dapat kita terapkan untuk membedakan suara Tuhan atau suara musuh adalah: suara Tuhan akan menyadarkan dalam kasih, sedangkan suara musuh akan mendatangkan rasa bersalah dan kutukan; suara Tuhan akan menguatkan dan meyakinkan, sedangkan suara musuh akan menakuti dan mengecilkan hati; suara Tuhan akan memimpin dan membimbing, musuh akan menyerang; suara Tuhan akan menenangkan kita, musuh akan membuat kita terobsesi dan khawatir; suara Tuhan akan memberikan penghiburan, suara musuh akan membawa kekacauan dan kompromi; suara Tuhan akan membawa kejelasan dan kepastian, suara musuh menimbulkan kebingungan; suara Tuhan akan mendekatkan kita pada Kristus, suara musuh menjauhkan kita dari kasih Kristus. Apakah ini berarti suara suara Tuhan selalu membuat kita merasa nyaman? Tidak. Saat kita berdosa, suara Tuhan akan mendatangkan disiplin dan koreksi. Bagaimana kita membedakan antara disiplin korektif dari Tuhan dan keputusasaan dari musuh? Kita dapat mengujinya. Tanyakan pada diri kita sendiri "Apakah ini membuat kita terjebak dan menjauh dari Tuhan atau justru membuat kita semakin dekat dengan Tuhan dan taat?" Tuhan tidak pernah menyuruh kita bertindak, berpikir, atau mengatakan apa pun yang bertentangan dengan firman-Nya. Ia secara langsung menyuruh kita untuk mengenali suara-Nya melalui firman-Nya (2 Timotius 3:16-17). Jika Anda merasa tidak yakin dengan apa yang Anda dengar, periksa firman Tuhan. Jika apa yang Anda dengar selaras dengan firman Tuhan, maka hal itu berasal dari Tuhan, dan segala sesuatu yang berlawanan datangnya dari musuh. Jadi, lain kali Anda mendengar musuh berbicara kepada Anda, persenjatai diri Anda dengan firman Tuhan dan tegaskan kasih Tuhan kepada Anda. Tuhan adalah Bapa yang ingin memberikan hal-hal baik kepada anak-anak-Nya. Berdoalah memohon bimbingan Roh Kudus dalam membedakan suara Tuhan dari suara musuh. [EH]