Iblis adalah penipu ulung, dan kebohongan adalah senjata utamanya. Ia menggoda Hawa dengan kebohongan (Kejadian 3:1-4); ia gagal mencobai Yesus di padang gurun dengan kebohongan (Matius 4:1-11); dan saat ini, ia sedang berusaha menipu seluruh dunia dengan kebohongan (Wahyu 12:9).
Sayangnya, meski kita tahu Iblis gencar bekerja dengan kebohongannya, kita tidak mempersiapkan diri, sehingga banyak dari kita terjerumus dalam serangannya. Tidak heran jika banyak yang mengaku dirinya orang percaya namun terjerumus ke dalam perangkap amoralitas, perselingkuhan, dan berkompromi dengan dosa. Nyatanya, mereka tidak siap berperang. Dalam salah satu buku tertua dan tersukses mengenai strategi militer yang berjudul "The Art of War", dikatakan bahwa "Ia yang tidak berpikir ke depan tetapi menganggap remeh lawan-lawannya pasti akan ditangkap oleh mereka." Sudahkah kita memikirkan dan membuat rencana dalam menghadapi serangan iblis? Kita perlu memiliki rencana pertempuran agar Iblis tidak mengakali kita. Tuhan telah memberi kecerdasan yang kita perlukan untuk mengalahkan Iblis. Mazmur 144:1 mengatakan bahwa Tuhan melatih tangan kita untuk berperang. Iblis mempunyai rencana untuk menghancurkan iman kita, keluarga kita, dan masa depan kita. Medan perang utama Iblis bukanlah di rumah, di gereja, atau di dunia ini. Medan perang utama peperangan Iblis adalah pikiran kita. Setiap hari terjadi peperangan rohani di dalam pikiran kita. Bersiaplah karena peperangan dalam pikiran kita adalah pertarungan yang aktif, yang hanya dapat kita menangkan dengan kuasa Tuhan dan senjata rohani yang tersedia bagi kita melalui firman-Nya. Kita harus berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan, berlindung di dalamnya, dan belajar secara proaktif menawan segala pikiran yang tidak berasal dari Tuhan. Seperti yang dikatakan Paulus dalam Efesus 6:10-11, "Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis." Kita mempunyai kesiapan untuk pergi dari dosa dan mengejar ketaatan karena kita tahu bahwa kita bebas dari rasa bersalah, malu, dan takut. Dengan perisai iman, kita percaya bahwa oleh karena Yesus, kesalahan dan ketakutan kita dilenyapkan, karena Ia telah menang atas musuh-musuh kita. Lindungi pikiran kita dari kebohongan, tuduhan, dan godaan. Lawan serangan Iblis dan tipuannya dengan kebenaran Injil. Dalam semuanya itu, teruslah bergantung pada Roh Kudus dalam doa. Kita perlu terus berjalan dalam kuasa Roh yang memberdayakan. Beginilah cara kita mempersiapkan diri untuk berperang dan menang. [EH]