Surat Petrus kepada orang-orang percaya, yang juga telah menerima suratnya yang pertama dalam 1 Petrus 1:1, memberitahu adanya penyesatan oleh guru-guru palsu yang mengancam iman mereka. Atas hal inilah, maka Rasul Petrus memperingatkan supaya mereka jangan terseret ke dalam kesesatan.
Penggunaan kata "terseret" yang dijelaskan oleh Petrus memberi gambaran kepada kita bagaimana penyesatan bisa terjadi tanpa disadari. Itu sebabnya Petrus menasihati agar kita bersikap waspada dengan menjaga agar kita tidak kehilangan pegangan kita yang teguh, yaitu kebenaran firman Tuhan. Tanpa pegangan, kita akan terseret. Tanpa kedisiplinan dalam membaca dan merenungkan firman Tuhan, kita mudah terseret. Paulus berkata bahwa ada orang-orang yang terperdaya oleh tipu daya jahat karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka, yang akhirnya menyebabkan mereka percaya akan dusta (2 Tesalonika 2:8-12). Oleh sebab itu penting bagi kita untuk terus belajar kebenaran firman Tuhan dengan benar dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita. Ikutilah studi Alkitab yang ada di gereja Anda. Mari kita bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Kristus. Bertumbuh berbicara tentang sebuah proses, yang membutuhkan waktu. Demikian halnya dengan pengenalan kita akan Kristus. Tak akan ada hal yang bisa menyeret kita apabila kita berpegang pada firman-Nya. Mari kita berikrar seperti pemazmur, "Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir. Aku hendak memegangnya sampai saat terakhir." [RS]