Bagi sebagian orang, musim-musim yang gelap dalam hidupnya bisa sangat pekat dan berlangsung begitu lama. Pola ketaatan yang awalnya dijalankan secara normal dan penuh kesabaran, lama kelamaan bisa terasa sia-sia. Kita berdoa, membaca firman, sambil melawan godaan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, hingga bertahun-tahun. Sampai di titik tertentu, kita mulai bertanya-tanya "kenapa tidak ada perubahan", "mengapa saya tetap patuh di dalam kegelapan ini", "mengapa saya tetap berdoa sedangkan Tuhan tampaknya diam saja".
Jika Anda sedang mengalami masa-masa yang gelap dan begitu menantikan sesuatu terjadi, ada seseorang yang pernah lebih dulu berjalan dalam kegelapan yang pekat. Kisahnya terjadi pada Jumat Agung, ia disebut sebagai murid Yesus (Matius 27:57), ia juga disebut menanti-nantikan Kerajaan Allah, artinya ia memiliki harapan yang besar akan Mesias. Namun ketika hari Jumat itu tiba, ia melihat Yesus-nya tergantung di kayu salib. Entah bagaimana, ia tidak menyesal, tidak melarikan diri, tidak jatuh dan tenggelam dalam keputusasaan. Namun sebaliknya, Yusuf dari Arimatea memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Sekalipun harapan dan kesetiannya tampak turut disalibkan, Yusuf tetap menunjukkan keberanian dan ketegarannya. Ini adalah sikap yang tidak biasa dari orang yang menghadapi kematian Yesus saat itu. Yusuf bukanlah satu dari dua belas murid yang mungkin lebih kita harapkan di saat seperti itu. Yusuf adalah anggota majelis Sanhedrin, di mana permintaannya dapat menghina imam-imam kepala yang telah mencela Kristus (Matius 26:59). Selain itu, meski Yusuf adalah orang kaya, ia sendiri yang membeli kain lenan, menurunkan mayat Yesus dengan dibantu oleh Nikodemus (Markus 15:46; Yohanes 19:38-39), mengafaninya dengan kain tersebut, membaringkannya di dalam kubur yang terletak di tanah miliknya. Di tengah harapan dunia yang sekarat, bisakah Anda tetap menantikan Kerajaan Allah seperti Yusuf? Bisakah Anda tetap berjalan dengan tegar sekalipun jalannya tampak gelap? Saudara, teruslah berdoa, tetaplah menunggu, kuatkan hatimu dengan perkataan firman-Nya, taatilah Tuhan meski jalannya sangat gelap. Apapun yang sedang Anda nantikan saat ini, beranilah beriman bahwa pada waktu-Nya, Tuhan akan mendatangkan fajar. [LS]