RENUNGAN INSPIRASI
Orang-orang selalu tertarik dengan sesuatu yang baru. Mobil baru, rasa makanan dan minuman baru, formula baru dari sebuah produk, teknologi terbaru, dan hal-hal baru lainnya. Tidak salah memang, tapi guru-guru palsu juga menggunakan taktik yang sama untuk menarik pengikutnya, yaitu dengan ajaran atau wahyu baru.
Perhatikan, bahwa Allah bisa saja memiliki suatu firman atau kebenaran yang sedang ditekankan pada kurun waktu tertentu, dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan gereja-Nya. Namun, penekanan baru yang dilakukan oleh Roh-Nya, tidak pernah merupakan wahyu yang baru. Sebagaimana prinsip bahwa wahyu atau penyataan Allah sudah komplit dan sempurna di dalam firman Tuhan, yaitu Alkitab. Karena itu, tidak peduli hal-hal baru apa yang diajarkan seseorang, kita perlu mengidentifikasinya. Bacaan Alkitab kita membedahnya sebagai berikut, yaitu ketika seseorang mengajarkan ajaran lain, yang tidak sejalan dengan ajaran dari Tuhan kita Yesus Kristus, dan bukan ajaran yang sesuai dengan kesalehan. Mengajarkan ajaran lain yang dimaksud dalam konteks bacaan Alkitab kita adalah saat Paulus mengajarkan agar para budak menanggap tuan mereka layak mendapat penghormatan, agar nama Tuhan dan ajaran Kristen tidak didiskreditkan. Maka, jika ada yang mengajarkan sebaliknya, yaitu pemberontakan atau pembangkangan, itu jelas sesat. Kemudian mengajarkan ajaran yang tidak sejalan dengan ajaran dari Tuhan kita Yesus Kristus merujuk pada ajaran dengan doktrin Kristologi yang salah dan yang tidak sesuai dengan Kitab Suci. Contohnya penjelasan mengenai Pribadi Yesus yang salah (1 Yohanes 4:2-3) dan ketika isi firman Tuhan diputarbalikkan. Yang terakhir mengenai ajaran yang tidak sesuai dengan kesalehan yaitu ajaran-ajaran yang memberi kita izin atau kebebasan untuk tidak menaati hukum moral (antinomianisme), dan ajaran-ajaran yang tidak menghasilkan kekudusan. Ajaran yang sesat selalu bersifat duniawi dan berasal dari daging, dengan demikian tidak mungkin menghasilkan buah Roh seperti damai sejahtera, kasih, dan sukacita. Demikianlah tolak ukur yang Alkitab berikan untuk mengidentifikasi ajaran-ajaran yang sepertinya baru dan segar. Jadilah cermat, guru yang sejati dikenal karena kesetiaannya mengajarkan firman Tuhan, tapi nabi-nabi palsu juga setia menggunakan firman Tuhan untuk memutarbalikkannya. [LS]