RENUNGAN INSPIRASI
Salah satu bahaya rohani yang sering tidak kita sadari adalah teralihkannya kita dari sesuatu yang penting kepada sesuatu yang sebenarnya kurang penting. Yang paling berbahaya bagi orang percaya adalah saat kita teralihkan dari Tuhan kepada segala sesuatu yang mungkin menggantikan Dia di dalam hati kita. Hal itu mungkin uang, hobi, hiburan dunia, popularitas, bisnis, atau karier.
Bacaan Alkitab kita menyatakan bahwa "seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan". Kita berada dalam posisi yang mudah terganggu oleh hal-hal yang berasal dari dunia ini, namun di sisi lainnya kita juga berharap untuk dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan untuk masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Karenanya, kita perlu bantuan Tuhan untuk melihat apa yang disukai hati kita, sekaligus membulatkan tekad kita untuk membereskannya. Saat kita sering terganggu oleh sesuatu, ada baiknya kita diam sejenak dan mengujinya. Dengan kata lain, gangguan itu sendiri akan mengungkap apa yang hati kita paling sukai. Teman Anda mungkin mengajak Anda menonton konser di hari Anda biasa ke gereja, orang tidak dikenal mungkin menawarkan Anda popularitas dengan cara yang tidak saleh, notifikasi media sosial mungkin membuat Anda sampai berhenti saat sedang menyembah Tuhan, dan lain sebagainya. Jika kita telah menyadari hal-hal yang sering mengganggu fokus kita, yang perlu kita lakukan adalah memperkuat pengendalian diri. Seperti yang kita tahu bahwa pengendalian diri adalah buah yang dihasilkan melalui karunia Roh sebagai yang utama dan ditindaklanjuti dengan kerja keras dan disiplin. Dalam dunia olahraga, otot dibangun dan diperkuat melalui latihan resistensi, yaitu melakukan segala jenis gerakan melawan gaya yang berasal dari tubuh, berat badan, gravitasi, barbel, dan berbagai alat olahraga lainnya. Otot tidak akan tumbuh lebih kuat tanpa gerakan perlawanan. Demikianlah cara kerja pengendalian diri. Saat gangguan datang, kita harus disiplin mengendalikan diri dengan cara melawannya. Mintalah bantuan Roh Kudus untuk memperkuat tekad kita dalam melakukan apa yang hanya Tuhan kehendaki dan membebaskan kita dari pengaruh gangguan dunia yang sia-sia. [LS]