Menavigasi tantangan dan kesulitan dunia membutuhkan ketangguhan mental yang didorong oleh iman percaya. Orang-orang yang kuat secara mental ketika dihadapkan pada situasi yang sulit dan menantang, mereka bisa berfokus pada iman kepada Tuhan dan menang. Tapi ketika orang-orang yang lemah secara mental dihadapkan pada kesulitan dan tantangan, mereka akan berfokus pada diri sendiri dan keadaan, sehingga mereka akan mudah dikalahkan atas apa yang terjadi. Menghadapi persoalan hidup memerlukan kekuatan mental, karena respons pertama kita terhadap situasi bersifat internal. Kuat lemahnya mental akan membuktikan apakah kita bisa melewati suatu tantangan dan kesulitan atau tidak.
Dalam 1 Petrus 1:13 dituliskan agar kita mempersiapkan akal budi kita. Artinya menempatkan diri kita pada pola pikir yang benar. Iblis selalu berusaha memutarbalikkan pemikiran kita dengan mengalihkan perhatian kita pada hal-hal yang seharusnya tidak kita perhatikan. Ia mencoba merusak pemikiran kita dengan keraguan dan ketakutan. Karenanya, jangan beri Iblis akses ke dalam hidup Anda. Jangan melihat situasi melalui kacamata keluhan, kemarahan, ketakutan, dan frustrasi. Jangan beri makan rasa takut dan terpaku pada hal-hal negatif yang menghasilkan kecemasan dan stres. Untuk menghindari jebakan dan serangan Iblis, diperlukan pikiran yang jernih, damai, tenang, dan kepercayaan kepada Tuhan. Ketika kita fokus pada apa yang Tuhan ingin kita lakukan, kita akan melihat situasi melalui sudut pandang yang berbeda, dan respons kita akan positif. Jadi bagaimana kita membangun ketangguhan mental yang didorong oleh iman? Yang pertama adalah dengan mengenal dan memercayai Tuhan. Kehidupan Kristen adalah kehidupan iman yang didasarkan pada kepercayaan kepada Tuhan yang memanggil kita ke dalam hubungan yang intim dengan-Nya. Ketangguhan mental yang didorong oleh iman, berasal dari pengenalan akan Tuhan secara mendalam dan mempercayai Dia sepenuhnya. Di samping itu, ketangguhan mental memerlukan iman yang aktif. Ketangguhan mental tidak terjadi secara ajaib dan tiba-tiba. Kita harus membangun dan mengembangkan ketahanan dan kekuatan emosional kita. Diperlukan upaya tanpa henti, disiplin mental, dan pengendalian diri. Roh Kudus akan memberdayakan kita saat kita berupaya mengendalikan diri. Bacalah firman Tuhan berulang kali dan seraplah dalam-dalam. Berdoa dengan tekun, dan lakukan apa yang dikatakan firman Tuhan, sehingga pola pikir kita selalu menghasilkan kejelasan, kebijaksanaan, dan keberanian. Kita bisa fokus, tetap tenang, dan percaya diri di bawah tekanan, memberikan usaha yang diperlukan untuk mencapai tujuan, merespon kesulitan dan melakukan apa yang perlu dilakukan meski kita tidak menyukainya, cepat pulih dari kesalahan dan kekecewaan, memiliki pola pikir positif dalam menyikapi situasi negatif. Biarlah kita menjadi orang-orang yang tangguh secara mental di muka bumi ini. [EH]