Dunia yang kita hidupi ini selalu mengalami perubahan dan perkembangan zaman. Orang-orang yang tak mau berubah dan mencari tahu akan tertinggal jauh. Itulah sebabnya untuk mengikuti perkembangan zaman, kita tidak bisa bertahan dengan cara-cara lama. John Maxwell mengatakan, "Kalau Anda berhenti berubah, berhenti pula kehidupan Anda." Namun tak sedikit dari kita yang takut gagal sehingga memegang erat-erat setiap hal yang membuat kita nyaman.
Ketika Tuhan memanggil Yeremia untuk menjadi seorang nabi, Yeremia menolak dengan alasan, "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." (Yeremia 1:6). Tetapi untuk menuntaskan tugas khusus dari Tuhan, Yeremia tidak terpaku pada kelemahan lisan atau kemudaannya. Akhirnya ia memutuskan untuk menerima pekerjaan yang tidak nyaman itu bagi dirinya. Yeremia pun menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Sering kali kita takut melangkah dan bergumul dengan tantangan-tantangan baru karena merasa tak mampu, kurang percaya diri, dan kurang pengalaman. Kemampuan untuk berubah sebenarnya ada pada pola pikir dan cara pandang. Mintalah hikmat dan dan kekuatan dari Tuhan. Renungkanlah, bisa jadi hal yang kita rindukan ada di luar zona nyaman kita. Saat keluar dari zona nyaman, mau tak mau, suka tidak suka, kita mendorong diri kita untuk menggali potensi, mengeksplorasi diri, menemukan dan belajar hal-hal baru, memperluas hubungan sosial, dan lain sebagainya. Beranilah melakukan pekerjaan yang sepertinya berada di luar zona nyaman, meski itu pasti mengusik kenyamanan kita. Sebelum memulainya, lakukanlah riset, baca buku, tanya orang-orang yang lebih senior, dan yang terpenting doakanlah kepada Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan mau memimpin kita sekali pun di jalan yang tidak kita kenal. [RS, LS]