Saat ini misinformasi rohani menyebar luas dan sangat cepat. Banyak pakar menilai misinformasi sebagai masalah serius di dunia digital. Mereka juga prihatin atas reaksi pengguna dalam memilah antara fakta dan fiksi. Angka kemajuan teknologi yang begitu tinggi, tidak diimbangi dengan peningkatan kebijaksanaan untuk sebuah tanggapan dan keputusan.
Jauh sebelum masalah ini, Alkitab menuliskan bahwa nabi-nabi palsu telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, mereka pun menyusup masuk ke dalam gereja, tak terkecuali media sosial. Terkadang kita lupa bahwa yang namanya penipu rohani pasti bekerja secara meyakinkan. Bahkan terkadang, kebenarannya tidak salah, tapi penyampaiannya dilakukan dengan roh (spirit) yang salah. Seperti Yesus yang menegur murid-murid-Nya ketika mereka hendak menyuruh api turun dari langit karena penduduk Samaria yang tidak mau menerima Yesus. Padahal yang mereka bawa adalah berita kerajaan Allah dan Yesus adalah Mesias. Kata Yesus, "Kamu tidak tahu roh macam apa yang kamu miliki." (Lukas 9:55 NKJV). Itu sebabnya, Rasul Yohanes mengingatkan kita untuk menguji setiap roh. Mata rohani kita harus jeli untuk melihat apakah mereka berasal dari Allah dan menangkap maksud mereka yang sebenarnya. Untuk menguji roh, kita harus memiliki pengetahuan yang benar dan segala macam pengertian. Sebagaimana Rasul Paulus berdoa untuk jemaat Filipi agar kasih mereka semakin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian. Kata "pengertian" dalam ayat ini berasal dari bahasa Yunani "aesthesis" yang artinya penilaian, ketajaman, dan pertimbangan. Dengan demikian, yang dimaksud adalah kemampuan untuk menilai lebih dari sekedar memperhatikan fakta-fakta yang dilihat. Jadi, selain mengetahui kebenaran dalam Alkitab, kita dapat berdoa seperti Raja Salomo, "Berilah kepada hamba ini hati yang penuh pengertian" (1 Raja-raja 3:9 NKJV). Secara praktikal, Ps. A. W. Tozer menyarankan beberapa hal untuk menguji roh, yaitu apakah ajaran yang disampaikan mempengaruhi hubungan kita dengan Tuhan; apakah Ia dibesarkan dan dimuliakan atau dikecilkan; apakah Kristus diagungkan dan diberi tempat utama atau ajarannya secara halus mengalihkan fokus kita kepada hal lain; bagaimana ajarannya mempengaruhi sikap kita terhadap Alkitab; apakah pengajarannya berasal dan sesuai Kitab Suci; apakah ajarannya meningkatkan kecintaan kita pada Firman Tuhan; bagaimana ajarannya mempengaruhi hubungan kita dengan orang Kristen lainnya; bagaimana ajarannya mempengaruhi kita dengan sistem dunia. Selebihnya Anda dapat membacanya dalam buku "Man â The Dwelling Place of God". Pada akhirnya, berdoalah agar Tuhan merahmati kita dengan segala macam pengertian. [LS]