Hana adalah istri Elkana, seorang Efraim dari Ramataim-Zofim. Selain Hana, Elkana memiliki istri lain, yaitu Penina. Elkana telah memiliki keturunan dari Penina, sedangkan kandungan Hana ditutup oleh Tuhan sehingga ia tidak bisa melahirkan keturunan bagi Elkana. Karena hal itu, hati Hana sering disakiti oleh Penina setiap kali mereka pergi ke rumah Tuhan untuk menyembah dan mempersembahkan korban kepada Tuhan di Silo. Hal ini terjadi dari tahun ke tahun sehingga menyebabkan Hana menjadi sangat sedih dan gusar. Suatu kali ketika mereka sedang berada di Silo, Hana kembali berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu. Hal ini dilihat oleh Eli yang sedang duduk di dekat tiang pintu bait suci Tuhan. Hana sedang mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan, tanpa mengeluarkan suara dan hanya bibirnya saja yang bergerak. Melihat itu, Eli mengira Hana sedang mabuk dan menegurnya. Mendengar perkataan Eli, Hana menjawab bahwa ia tidak mabuk, melainkan sedang mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan karena kesusahan dan sakit hati yang ia tanggung selama ini.
Bukan hanya Hana, kita juga akan bertemu dengan orang-orang yang menyebalkan. Terkadang, kita terpaksa harus berinteraksi dengan orang-orang yang memusingkan kepala dan menyakitkan hati. Bersinggungan dengan orang-orang seperti ini akan membuat kita terus- menerus dilanda perasaan gusar, cemas, dan susah hati. Perkataan dan perbuatan mereka yang disengaja maupun tidak, seringkali dapat menyakiti hati kita. Sayangnya, kadang kita terpaksa menyimpan segala beban tersebut tanpa ada tempat untuk mencurahkannya. Bahkan saat ada orang-orang yang mau mendengarkan kita, tak jarang mereka pun salah mengerti. Jika Anda saat ini sedang berada dalam pergumulan seperti Hana, curahkanlah isi hatimu kepada Tuhan, keluarkan segala keluh kesah yang selama ini tersimpan dalam hatimu kepada-Nya. Tidak ada manusia yang bisa sepenuhnya mengerti isi hatimu kecuali Tuhan yang menciptakan kita. Manusia lain bisa terlalu sibuk, lelah, bahkan skeptis untuk mendengarkan curhatanmu, tapi Tuhan selalu siap untuk mendengarkan cerita dan keluh kesah kita. Tuhan bukan hanya sanggup memberikan kelegaan, Ia juga sanggup memberikan jalan keluar yang terbaik untuk setiap pergumulan kita. [EV]