BELAJAR SEPERTI ORANG BEREA

Sabtu,04 November 2023

BACAAN ALKITAB HARI INI

Matius 16:13-17

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Kisah Para Rasul 17:11

RENUNGAN INSPIRASI

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Di saat orang-orang mengatakan bahwa Anak Manusia itu adalah Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia, atau salah satu dari para nabi, Simon Petrus menjawab bahwa Yesus adalah Mesias. Kemudian Yesus memberikan tanggapan kepadanya, "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga." Pernyataan Yesus tentang pengetahuan yang dinyatakan langsung oleh Bapa seharusnya mendorong kita untuk tidak hanya berhenti pada pengetahuan yang diberitahu oleh manusia. Kita tidak bisa menjadi orang yang pasif terhadap firman, yang hanya mencari kepuasan untuk telinga, yang hanya mendengar tanpa mau mempelajari dan menyelidiki. Kita perlu memiliki waktu pribadi dengan Bapa untuk mempelajari firman dan mendapatkan pewahyuan secara khusus. Pengetahuan yang dinyatakan oleh Bapa akan menjadi dasar pengetahuan yang tak tergoyahkan bagi kita.
Firman Tuhan memberikan satu cara yang dapat diteladani dari orang-orang di kota Berea. "Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian." Orang-orang Berea adalah orang-orang yang luar biasa. Disebutkan bahwa mereka menerima firman dengan segala kerelaan hati. Ini artinya hati dan pikiran mereka sangat terbuka dengan perkataan Roh, rela hati juga artinya siap untuk dikoreksi. Tidak hanya sampai di situ, mereka tidak lekas menerima informasi dari orang lain secara mentah-mentah. Mereka setiap hari menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui apakah semuanya itu benar demikian. Menyelidiki yang berasal dari bahasa Yunani "anakrino" berarti mengayak, memeriksa secara teliti dan cermat. Kita, sebagai orang yang sudah percaya, seharusnya memiliki hasrat yang lebih besar lagi untuk mengenal dan mengerti Tuhan kita. Jangan hanya sekedar mendengar dari orang lain. Selidiki, pelajari, tanyakan kepada pemimpin rohani, dan renungkanlah kebenarannya. Saat kita menenangkan diri, berdoa, membaca, dan menyelidiki Alkitab, mintalah kepada Tuhan untuk menyatakan diri-Nya. Mari teladani orang Berea yang menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah yang diajar dan didengarnya itu benar demikian. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah selama ini kita hanya mengetahui Tuhan dari cerita orang lain? Cukupkah itu? Apa pentingnya menerima pengetahuan dari Allah?
2. Bagaimana Anda mengusahakan untuk mendapat pengetahuan yang dinyatakan Allah?

POKOK DOA

Tuhan, aku mau belajar seperti orang Berea yang memiliki kerelaan hati untuk setiap firman yang disampaikan kepadaku. Tidak hanya itu Tuhan, aku memiliki kerinduan untuk menyelidiki kebenarannya sehingga aku sampai pada pengetahuan yang datang dari pada-Mu langsung. Di dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Terimalah firman yang diberitakan dengan segala kerelaan hati dan selidikilah Kitab Suci untuk mengetahui apakah semuanya itu benar demikian.

HIKMAT HARI INI

Terkadang, pengetahuan yang diceritakan lebih berbahaya daripada ketidaktahuan.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com