Kita hidup di era dimana penipuan tidak pernah lebih luas dan lebih mudah dari hari ini. Saat penipu berhasil mencuri data pribadi dan nomor kartu kredit Anda, mereka dapat mencetak kartu palsu, dan membayar tagihan atas nama Anda. Di Amerika, orang-orang yang menyamar sebagai agen IRS (lembaga pemerintah federal yang mengumpulkan pajak), berhasil menipu melalui sambungan telepon. Korbannya bukan orang-orang bodoh, setidaknya mereka adalah pemilik properti di Amerika. Skema penipuan ini sangat merugikan secara finansial, tapi ada yang lebih merugikan bahkan membawa kehancuran kekal bagi seseorang, yaitu penipuan rohani.
Iblis telah melakukan penipuan rohani sejak di Taman Eden, dan karena ini Rasul Paulus takut jemaat di Korintus disesatkan dari kesetiaan mereka kepada Kristus, sama seperti ketika Hawa diperdaya oleh ular. Sebab jemaat nampaknya senang-senang saja menerima orang yang datang memberitakan Yesus lain, roh lain, atau Injil lain. Ini yang harus menjadi perhatian kita, bahwa Iblis tidak datang dengan jas merah, tanduk tajam, dan garpu rumput, sambil tertawa jahat dan berjanji membawa Anda ke neraka. Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran (2 Korintus 11:14-15). Mereka datang menawarkan "jawaban" yang spektakuler atas isu-isu yang sulit, menjanjikan kebebasan yang sebenarnya diperbudak oleh berbagai nafsu, menjanjikan pengetahuan yang lebih dalam tentang suatu misteri, atau hikmat rahasia yang bisa membantu Anda dalam kehidupan Kristen Anda. Inilah yang Paulus jelaskan, bahwa Iblis akan menggunakan "persuasive words" (Kolose 2:4 NKJV), sebagai proses mengubah opini Anda dan mempermudah kebenaran tentang Kristus. Karenanya, dalam surat Kolose, Paulus memberi kita anjuran supaya jangan ada yang memperdaya kita semua dengan kata-kata yang indah, manis, dan meyakinkan. Yaitu, "agar hati mereka menjadi kuat dan mereka saling mengasihi sehingga mereka erat bersatu. Dengan demikian mereka sungguh-sungguh mengerti dan yakin serta mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus sendiri. Kristuslah yang menyingkapkan segala kebijaksanaan dan pengetahuan Allah yang dahulu tersembunyi." (Kolose 2:2-3 BIS). Dari perkataan Paulus, kita bisa memahami bahwa penipuan rohani dapat dihindari dengan berkomitmen pada gereja yang bersatu, penuh kasih, dan berpusat pada Kristus. Inilah pentingnya bagi kita untuk tertanam di dalam satu gereja lokal yang menekankan keutamaan Kristus dan pengajaran yang sehat serta alkitabiah, supaya kita mendapatkan pemahaman yang komprehensif dan tidak mudah terombang-ambing oleh ajaran-ajaran yang tidak bertanggungjawab. [LS]