Tidaklah mudah untuk menunggu dan bertindak sampai kita mengetahui kejelasan akan sesuatu hal. Tapi harus disadari, seringkali Tuhan melatih kepekaan dan iman kita kepada-Nya di tengah ketidaktahuan dan ketidakpastian. Saat Daud diperhadapkan dengan kesukaran, ketika hendak melarikan diri ke gua Adulam, di situ pula setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, orang yang sakit hati, sekitar empat ratus orang datang kepadanya. Daud pun menjadi pemimpin mereka. Di situasi demikian, Daud meminta kepada raja Moab agar mengizinkan orang tuanya tinggal di Moab sampai ia tahu, apa yang dilakukan Tuhan baginya. Perhatikan, bahwa Daud belajar mencari tahu kehendak dan pimpinan Tuhan. Pada akhirnya, melalui nabi Gad, Tuhan memerintahkan agar Daud dan orang-orang yang bersamanya pulang ke tanah Yehuda. Berdasarkan firman itulah Daud kemudian bertindak, sehingga Daud dan orang yang bersamanya luput dari kejaran raja Saul.
Kadang-kadang kita diperhadapkan dengan situasi yang membingungkan karena ketidakpastian dan ketidaktahuan kita. Saat berdoa, kita mungkin tidak langsung mendapat jawaban dari Tuhan. Tuhan tidak langsung memberi tahu secara konkret dan mendetail langkah-langkah yang harus kita tempuh. Seperti kata firman Tuhan, dibutuhkan usaha untuk mengerti kehendak Tuhan (Efesus 5:17). Di sinilah sikap mengandalkan Tuhan dan ketaatan kita diuji. Di sinilah kita harus terus belajar mencari tahu pimpinan Tuhan. Mintalah penyertaan dan hikmat dari Tuhan agar kita tetap berjalan di jalur yang Ia kehendaki. Jangan melangkah tanpa pimpinan Tuhan. Dengan berlandaskan kebenaran firman-Nya, latihlah diri kita untuk belajar taat setiap hari. Percayalah, ketaatan demi ketaatan yang kita bangun setiap hari akan menjadikan kita semakin peka, semakin mengerti rencana Tuhan sepenuhnya, hingga akhirnya kita tahu kemana Tuhan membawa hidup kita. [RS]