Hal yang paling memalukan adalah melihat seseorang yang mengaku sebagai Kristen namun gaya hidupnya menyangkalnya. Kita harus jujur mengatakan bahwa sekarang ini sudah tidak banyak perbedaan antara orang Kristen dengan orang-orang dunia. Tingkat perceraian di kalangan orang Kristen hampir sama dengan di kalangan masyarakat pada umumnya. Remaja Kristen yang terlibat perilaku amoralitas seksual sama besarnya dengan mereka yang tidak menyebut Kristus sebagai Juru Selamat. Pengusaha Kristen memiliki reputasi yang sebelas dua belas dengan pengusaha dunia.
Petrus menuliskan kepada orang-orang pendatang yang hidup tersebar di tengah-tengah masyarakat kafir, di mana ada tekanan besar untuk menyesuaikan diri, supaya mereka ingat telah dipilih menjadi umat Allah, dan Roh Allah telah menjadikan mereka umat yang kudus, khusus untuk Allah, supaya mereka taat kepada Yesus Kristus. Ketika kita menaruh iman percaya kita kepada Kristus sebagai Juru Selamat, kita secara posisi dikuduskan bagi Allah. Kemudian kita harus semakin bertumbuh dalam kekudusan. Kita harus secara aktif berkontribusi. Oleh karena itu, siapkanlah akal budimu. Kekudusan dimulai dari kehidupan pemikiran kita. Pada tingkat pemikiranlah, iman kita terbukti nyata atau palsu. Kita bisa membodohi orang lain, tapi Tuhan tahu pikiran kita. Jika kita tidak mengembangkan kehidupan pemikiran yang kudus, cepat atau lambat itu akan terbuka dalam dosa yang dapat dilihat. Kita harus bertindak sungguh-sungguh mengenai masalah kekudusan ini. Siapkanlah akal budimu, waspadalah. Jika Anda iri terhadap seseorang, nilailah itu, akui, dan minta Tuhan memenuhi Anda dengan cinta-Nya kepada orang tersebut. Jangan duduk dalam kumpulan para pencemooh. Kendalikan hawa nafsu Anda terhadap lawan jenis yang bukan pasangan sah Anda. Ingat bahwa kita hidup di wilayah musuh. Jangan isi pikiran kita dengan sampah-sampah dunia, stop konsumsi sampah sensual dan materialistis di media-media saat ini. Pusatkan pikiran kita pada kasih karunia Tuhan, pikirkanlah Kristus dan berkat yang akan kita alami sepenuhnya pada saat kedatangan-Nya. [LS]