Melalui bacaan Alkitab hari ini, kita dapat mengidentifikasi satu budaya yaitu takut kepada orang. Yesus menyembuhkan orang buta pada hari Sabat. Kemudian, tetangga-tetangga dan orang-orang yang mengetahuinya membawa orang yang telah disembuhkan itu kepada orang-orang Farisi. Singkatnya, terjadi pertentangan di antara orang Farisi karena sebagian dari mereka menganggap Yesus tidak berasal dari Allah karena tidak mengindahkan hari Sabat, dan sebagian lainnya berpendapat tidak mungkin orang berdosa dapat melakukan mukjizat. Kemudian mereka bertanya kepada orang tua dari orang yang telah disembuhkan tersebut. Orang tuanya hanya menjawab, "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta, tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri." Orang tuanya berkata demikian karena takut kepada para pemimpin Yahudi, sebab para pemimpin Yahudi telah sepakat bahwa setiap orang yang mengakui Yesus sebagai Mesias, akan dikucilkan.
Banyak penguasa mengendalikan orang-orang melalui intimidasi, dan karena itu banyak orang menjaga jarak bahkan menutupi kebenaran supaya mereka tidak bermasalah dengan pihak-pihak tertentu. Seperti Abraham yang menyangkal status istrinya, juga Petrus yang menyangkal Gurunya. Kita dapat mengerti tekanan yang dirasakan orang-orang tersebut, namun sayang mereka lebih takut pada orang hingga mengelabui kebenaran. Orang yang terbiasa memelihara rasa takut akan manusia memiliki iman yang salah tempat. Sebab orang yang takut akan Tuhan tidak akan tahan bersikap munafik di hadapan manusia. Firman Tuhan sudah ingatkan bahwa takut kepada orang akan mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi (Amsal 29:25). Karenanya, jangan biarkan ketakutan pada orang menjerat kita. Kita harus menjadi orang yang lebih bergantung pada kuasa Allah, disanalah permulaan hikmat dan yang akan mengatasi segala rasa takut kepada orang. [LS]