Berbagai perjuangan dalam hidup tak sedikit menguras energi kita, termasuk perjuangan dalam melawan dosa. Selama kita hidup, kita akan terus diperhadapkan dengan berbagai perjuangan tersebut. Ini juga yang dialami oleh Rasul Paulus bahwa ia menghendaki untuk berbuat apa yang baik, tetapi yang jahat itu ada padanya. Sebab di dalam batinnya ia suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhnya ia melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budinya dan membuat ia menjadi tawanan hukum dosa (Roma 7:21-23).
Setiap kita memiliki dan mengetahui kerentanan, di titik mana kita mudah jatuh dalam dosa. Hal itu bisa berupa harta, kedudukan, lawan jenis, dan juga masalah-masalah yang mengikis kesetiaan iman kita. Setiap perjuangan kita bisa membuat kita menjadi lemah dan putus asa. Maka tak heran, ada orang-orang yang percaya sekali pun pada akhirnya jatuh ke dalam dosa bahkan meninggalkan imannya. Memang tidak mudah untuk bertahan menjaga hidup benar. Namun penulis Ibrani memberi solusi untuk hal ini, yaitu dengan melihat kepada penderitaan Yesus. Seperti kata hamba Tuhan Oswald Chambers, "Pada salib semua dosa-dosa kita ditimpakan atas Kristus." Kita bisa menang dalam perjuangan iman dengan cara memandang kepada Tuhan Yesus. Ketika perjuangan kita menjadi begitu sulit, mari ingatlah selalu akan Yesus yang telah menderita. Jangan mudah kecewa dan menyerah. Sebaliknya, marilah kita hidup sebagai anak-anak yang taat dan tidak menuruti hawa nafsu yang menguasai kita pada waktu kebodohan kita (1 Petrus 1:14-16). Teruslah berjuang dan sadarilah bahwa perjuangan yang kita hadapi belum sampai membuat kita mencucurkan darah sebagaimana halnya dialami oleh Tuhan Yesus, dengan begitulah kita dimampukan. Ingat, orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Matius 24:13). [RS]