Kedewasaan selalu diidentikkan dengan kemandirian. Pola pemikiran umum selalu menjelaskan bahwa semakin dewasa seseorang, maka ia semakin mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Tidak demikian halnya dengan dewasa rohani. Semakin kita dewasa di dalam Tuhan, maka semakin pula kita bergantung kepada-Nya. Tak ada saat di mana kita boleh berhenti bergantung kepada Tuhan, karena ketika kebergantungan kepada Tuhan semakin memudar, maka hati nurani kita pun mulai kehilangan sensitivitasnya.
Daud menjadi contoh nyata bagaimana kebergantungan kepada Tuhan ditunjukkan dalam hidupnya. Daud selalu bertanya kepada Tuhan. Salah satu kisahnya ketika orang Amalek telah menyerbu mereka, para wanita dan semua orang yang ada di sana telah ditawan. Lalu Daud bertanya pada Tuhan, "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" dan Ia berfirman kepadanya, "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan." (1 Samuel 30:8). Daud pun melangkah tepat seperti yang diperintahkan oleh Tuhan sehingga mereka pun menang. Selain meminta dan bertanya pada Tuhan, kebergantungan kepada Tuhan juga bisa kita pelajari melalui firman-Nya, "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." (Mazmur 119:105). Kebenaran ini mengajar kita untuk bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Tidak pernah dikatakan bahwa firman itu seperti obor, lampu, atau benda penerang lain yang jauh lebih besar, tetapi seperti pelita yang akan menerangi kita selangkah demi selangkah supaya kita belajar percaya dan bergantung pada Tuhan. Langkah demi langkah akan Tuhan tunjukkan, yang kemudian akan membawa kita kepada arahan berikutnya. Maka benarlah ucapan Daud, "Langkah orang-orang baik dibimbing oleh TUHAN. Ia senang dengan setiap langkah mereka." (Mazmur 37:23 FAYH). Ada banyak hal dan rencana dalam hidup kita, hati kita bisa saja memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya (Amsal 16:9). Mari tetap bergantung kepada Tuhan dengan melibatkan-Nya di setiap langkah-langkah hidup kita hari demi hari. [RS]