Ketidaktahuan akan fakta-fakta dosa seringkali membuat manusia meremehkan dan melakukan dosa dengan mudahnya. Firman Tuhan berkata, "Sebab upah dosa ialah maut." Kata "dosa" dalam bahasa aslinya disebut "hamartia", berarti meleset dari target yang ditetapkan. Misalkan seseorang ingin memanah pada satu sasaran, ternyata anak panah itu meleset, bahkan hanya beberapa senti, maka itu disebut hamartia. Dari pemahaman ini, kita mengerti bahwa ketika gagal memenuhi sasaran yang ditetapkan oleh Tuhan, maka di situlah sesungguhnya kita telah berdosa. Maka sekalipun berusaha hidup benar, nyatanya setiap kita tak akan pernah berhasil mencapai target yang ditetapkan oleh Tuhan secara sempurna. Setiap dari kita, tak peduli sesaleh apa pun, adalah manusia berdosa, yang seharusnya ada dalam kematian kekal, sebab upah dosa adalah maut.
Betapa dahsyatnya sanksi kekal yang diakibatkan oleh dosa. Keterpisahan kita dengan Allah, yang merupakan penderitaan paling mengerikan, diakibatkan oleh dosa. Alkitab menjelaskan bahwa orang berdosa akan mendapat maut (Roma 6:23), memperoleh kebinasaan (Ayub 21:30), habis lenyap (Mazmur 37:9, 10, 20), ditelan oleh api (Mazmur 21:9). Semua ayat ini menyatakan dosa akan membuat seseorang mati dan habis lenyap. Neraka, tempat di mana api tak terpadamkan (Markus 9:43) adalah tempat mengerikan bagi akhir hidup orang-orang berdosa. Tidakkah kenyataan ini membuat kita gentar? Tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Roma 6:23). Kristus adalah pendamaian untuk segala dosa kita (1 Yohanes 4:10). Bahkan kebangkitan-Nya memungkinkan kita menerima kuasa untuk hidup berkemenangan dan hidup dalam perkenanan Tuhan, yang mustahil dicapai oleh usaha manusia semata. Kita seharusnya menghargai kematian dan kebangkitan Kristus dengan sikap hidup yang semakin sungguh-sungguh dalam iman dengan cara berusaha mengejar kebenaran dan hidup kudus, sebab kita memerlukan ketekunan untuk melakukan kehendak Allah. Libatkan Roh Kudus, sebagai Penolong yang dikaruniakan untuk memampukan kita hidup dalam kebenaran sampai pada kesudahan zaman. Jika saat ini kita sedang jatuh, bermain-main dengan dosa, menganggap remeh akibat dosa, bertobatlah! Bertobatlah dari hidup yang jahat itu! Apa yang Yesus rindukan adalah pertobatan orang fasik dari kelakuannya supaya ia hidup. Jika Kristus sudah datang agar kita mempunyai hidup (Yohanes 10:10), bahkan sudah mati dan bangkit demi kita, lalu mengapakah kita memilih mati? [RS]