Istilah "Garbage In Garbage Out" atau yang disingkat G.I.G.O merupakan istilah yang pertama kali dikemukakan oleh programmer sekaligus instrukutur IBM, George Fuechsel. G.I.G.O identik dengan konsep jika data yang salah dimasukkan ke dalam suatu program komputer, maka output (hasilnya) tidak memberikan informasi yang berarti. Konsep G.I.G.O juga digunakan Zig Ziglar dalam salah satu seminarnya. Ia bertanya, "Apakah Anda akan mengijinkan seseorang masuk dengan membawa tas penuh dengan sampah di ruang tamu Anda?" Pertanyaan selanjutnya, "jika kita tidak akan mengijinkan seseorang membawa sampah ke ruang tamu, lalu mengapa kita mengijinkan orang lain membuang sampah dalam pikiran kita?"
Hampir setiap saat kita dihadapkan dengan informasi yang masuk ke dalam pikiran kita, entah itu input yang baik atau kurang baik. Kita pasti pernah membuka feeds medial sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, bahkan YouTube dan melihat begitu banyak informasi negatif hingga berita hoax berseliweran. Sedikit banyak itu akan mempengaruhi pikiran kita dan menghasilkan output berupa tindakan atau perkataan kita yang negatif. Seperti halnya G.I.G.O, input berupa sampah akan menghasilkan output sampah. Dalam hal inilah kita diingatkan melalui firman Tuhan melalui analogi pohon dan buahnya. Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik. Orang tidak mungkin memetik buah ara dari semak duri, dan memetik buah anggur dari duri-duri. Apa yang keluar dari mulut seseorang adalah luapan dari dalam hatinya, dan hati kita dipengaruhi oleh apa yang masuk ke dalam pikiran kita, dan apa yang masuk ke pikiran kita berasal dari informasi yang kita ijinkan masuk memenuhi pikiran kita. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan input yang masuk ke dalam pikiran kita, jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. [MLS]