Pernahkah Anda mengalami keadaan di mana tak seorang pun membantu Anda, dan semuanya meninggalkan Anda? Keadaan demikian bisa menimpa siapa pun, bahkan atas seizin Tuhan. Keadaan demikian akan membuat kita merasa sendiri dan kesepian. Jika tidak ditangani dengan benar, merasa sendiri atau kesepian yang dibiarkan berlarut-larut dapat merusak kesehatan secara mental maupun fisik. Paulus pernah merasakan hal demikian. Di mana dalam memperjuangkan pelayanannya ia mengalami saat-saat sendiri. Saat itu orang percaya yang ada di Roma mengalami penganiayaan hebat. Paulus menghadapi kesulitan dan penderitaan yang harus ia pikul dalam perjuangannya untuk bersaksi tentang Tuhan dan memberitakan Injil. Sehingga pada waktu pembelaannya, tidak seorangpun yang membantunya dan malah meninggalkannya. Di tengah situasi yang begitu mengecewakan, Paulus merasa kesepian. Namun dalam kondisi seperti itulah dia justru merasakan kehadiran Tuhan yang menyertainya, menguatkannya, bahkan melepaskannya dari setiap usaha orang yang jahat.
Mari kita realistis memandang kehidupan. Manusia tak sepenuhnya bisa kita andalkan, meski itu adalah orang terdekat kita sekalipun. Bagaimanapun juga manusia dengan segala keterbatasannya tak pernah bisa menjadi jawaban hidup kita seutuhnya. Satu-satunya yang dapat kita andalkan hanyalah Tuhan. Kekuatan yang didapat Paulus dalam kesendiriannya adalah kekuatan bagi kita juga. Kita tak pernah sendiri, bahkan tak akan dibiarkan-Nya sendiri. Saat Anda sedang dilanda kekecewaan yang begitu mendalam, saat tak seorang pun yang mengerti dan memahami Anda, saat tiada tangan yang terulur menolong Anda, mari imani dan perkatakan, "Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku," itulah jawaban saat tak seorangpun menolong kita. [RS]