Apa yang ada di benak Anda ketika membayangkan Iblis? Biasanya kita mengimajinasikan Iblis sebagai sosok menakutkan dengan bentuk yang menyeramkan. Alkitab menggambarkan bahwa Iblis menyamar sebagai malaikat Terang (2 Korintus 11:14). Tentu gambaran ini jauh dari sosok menyeramkan seperti pemahaman kita bukan? Kendati demikian, inilah cara kerja Iblis untuk mengelabui kita agar masuk dalam perangkapnya. Iblis adalah bapa dari segala pendusta. Hal yang paling berbahaya dari Iblis adalah tipu dayanya. Itulah sebabnya kita harus waspada bagaimana Iblis dengan segala tipu dayanya selalu berusaha mengincar bagaikan singa yang mencari seseorang yang dapat ditelannya.
Iblis memang cerdik, namun kita harus ingat bahwa kita berasal dari Allah, Roh yang ada di dalam kita jauh lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia. Kita diberi kuasa oleh Yesus Kristus untuk mengalahkannya. Karenanya, kita harus mengetahui kunci untuk dapat memanifestasikan kuasa itu. Yakobus menulis bahwa kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepada kita jauh lebih besar. Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari kita (Yakobus 4:6-7). Kata kuncinya adalah tunduk pada Allah. Di sisi lain Alkitab juga berkata rupa-rupa tipu daya jahat itu adalah karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran (2 Tesalonika 2:9-10). Jadi ketundukan dan mencintai kebenaran adalah mutlak bagi kita. Kekristenan sejatinya harus dibangun di atas dasar anugerah Kristus dalam menghadapi tipu daya Iblis, namun anugerah itu harus disertai ketundukan kita pada perintah Tuhan. [RS]