Charles Wendell Colson atau yang lebih dikenal Chuck Colson adalah seorang pengacara dan Penasihat Gedung Putih. Ia terlibat dalam Skandal Watergate, yaitu serangkaian skandal politik di Amerika Serikat yang mengakibatkan pengunduran diri Presiden Richard Nixon, Direktur FBI Patrick Gray, dan Jaksa Agung Elliot Richardson beserta wakilnya. Peristiwa ini mengakibatkan krisis konstitusi pada masa itu. Di tengah penyelidikan dan gejolak yang harus dihadapi Colson, Thomas L. Phillips memberinya buku "Mere Christianity" karya C. S. Lewis dan singkatnya, Colson menjadi seorang Kristen. Media menilai langkahnya sebagai taktik mengurangi hukuman, tapi Colson membuktikan pertobatannya dengan menyarankan pengakuan bersalah kepada pengacaranya setelah ia berdoa dan berdiskusi dengan kelompok persekutuannya. Colson dijatuhi hukuman satu hingga tiga tahun penjara, denda lima ribu dollar di tahun 1974, dan juga dilarang menggunakan lisensinya. Selama di penjara, Colson tersadar akan apa yang ia lihat sebagai ketidakadilan terhadap para tahanan dan narapidana. Colson juga mempelajari surat-surat ayahnya dan menemukan bahwa mereka berdua memiliki minat yang sama dalam reformasi penjara. Colson yakin Tuhan memanggilnya untuk mengembangkan pelayanan kepada para tahanan melalui perubahan dalam sistem peradilan. Setelah keluar dari penjara, Colson mendirikan Prison Fellowship International yang saat ini menjadi organisasi penjangkauan terbesar terhadap napi, mantan napi, dan keluarga napi di 112 negara.
Salah satu kutipan Colson dalam memoarnya adalah, "Paradoks terbesar dalam hidup saya adalah setiap kali saya berjalan masuk ke penjara dan melihat wajah lelaki dan perempuan yang telah ditransformasi oleh kuasa Allah yang hidup, saya sadar bahwa sesuatu yang Allah pilih untuk dipakai dalam hidup saya bukanlah kesuksesan, prestasi, gelar, penghargaan, kehormatan atau semua kasus yang pernah saya menangkan di Mahkamah Agung. Yang Allah pakai dalam hidup saya untuk menjamah kehidupan ribuan orang adalah fakta bahwa saya seorang terpidana dan pernah dipenjara. Itu kekalahan besar dalam hidup saya." Kisah Colson mengingatkan kita pada perkataan Kyle Idleman, yaitu tersisih supaya dipilih. Rasul Paulus menuliskan bahwa pemberitaan tentang salib adalah kebodohan bagi dunia, tapi bagi kita yang diselamatkan mengerti bahwa salib adalah kekuatan Allah. Akhir dari keakuan kita, yaitu pengalaman hidup yang kotor dan busuk adalah tempat dimana kita dapat berjumpa dengan kuasa penebusan Allah. Jadi, mungkin saja hari ini adalah giliran Anda. Mungkin ada banyak hal yang masih menahan Anda, entah itu keterbatasan, kelemahan, kegagalan, masa lalu kelam, dan lain sebagainya. Ketahuilah bahwa alasan terbesar dari hal-hal yang menahan Anda adalah alasan yang paling tepat mengapa Allah dapat memakai Anda. Akhir dari keakuan Anda adalah momen tepat bagi Allah untuk memakai Anda secara luar biasa. [LS]