Mengetahui masa depan merupakan satu hal yang ingin diketahui setiap orang. Maka tak heran, ada yang berusaha mengetahuinya melalui ramalan bintang dan sebagainya. Setiap kita tentu mengharapkan dan mengupayakan sesuatu yang terbaik agar memiliki masa depan yang baik. Namun bagaimanapun masa depan tetaplah sebuah misteri. Tanpa menolak sikap optimis, kenyataannya masa depan menyimpan suka dan dukanya tersendiri. Firman Tuhan berkata bahwa semua hal itu terjadi supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya (Pengkhotbah 7:14).
Di dalam Alkitab kita menemukan beberapa kisah di mana Tuhan memberi tahu tentang suatu masa depan. Contohnya adalah Bileam, Raja Hizkia, dan Raja Saul. Saat Bileam menerima pesan dari Tuhan tentang masa depan Israel, pada akhirnya ia gagal mengikuti pesan yang diucapkannya sendiri. Hizkia yang mendapat pemberitahuan akan masa depannya bahwa umurnya diperpanjang, menyia-nyiakannya. Tatkala Raja Saul diberitahu bahwa ia akan kehilangan kerajaan karena Allah memilih orang lain melalui nabi Samuel, Saul menghabiskan sisa hidupnya untuk menentang masa depan tersebut. Nyatanya tidaklah mudah menghadapi masa depan, sekalipun telah kita ketahui. Sebagai manusia kita cenderung bersikap buruk menangani kabar yang tidak baik. Dibutuhkan iman untuk bertahan dan sabar menghadapi hari-hari yang panjang sebelum masa depan itu tiba. Tetapi sebagai orang percaya kita patut bersyukur, bahwa hal yang paling meneguhkan dalam hidup kita adalah Tuhan memberi masa depan yang indah bagi setiap anak-anak-Nya. Kendati suka dan duka di masa depan pasti menanti, tetapi tangan Tuhan yang memegang kita. Meski kita tidak tahu secara detail, tetapi masa depan kita sungguh ada dan harapan kita tidak akan hilang (Amsal 23:19). Karenanya yang kita butuhkan adalah berjalan senanatiasa bersama Tuhan yang memegang hari-hari hidup kita, berjalan sesuai perintah-Nya yang mengarahkan kita ke masa depan yang indah sesuai dengan rancangan-Nya. [RS]