Banyak orang memiliki hasrat untuk menjadi orang yang dikagumi dan dihormati. Murid-murid Yesus sendiri pernah berpikir demikian hingga memperdebatkan siapa yang terbesar di antara mereka (Lukas 9:46). Namun Yesus memberi prinsip yang berbeda dari pemahaman umum. Ia menggambarkan kebesaran dengan berkata, "barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga." (Matius 18:4), "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu." (Markus 10:44). Inilah kunci kebesaran yang diajarkan oleh Yesus.
Bila berkaca pada sejarah, kita akan mendapati bahwa orang-orang besar adalah orang yang paling banyak melayani. Contohnya Albert Schweitzer, seorang musikus, komposer, ahli teologi, dan dokter. Ia meninggalkan kediamannya dan mengabdikan diri bagi pelayanan kemanusiaan, sehingga ia dianggap sebagai salah satu dari orang yang terbesar pada zamannya. Bunda Teresa, yang mengabdikan hidupnya bagi orang-orang terabaikan. Ia diberi penghargaan sebagai salah seorang wanita terbesar sampai saat ini, dan ada banyak lagi orang-orang seperti mereka yang mengabdikan diri sebagai "hamba". Teladan utama kita adalah Kristus sendiri. Kematian-Nya di kayu salib, yang dianggap oleh orang-orang pada zaman itu sebagai hal paling hina menyimpan keagungan terbesar sepanjang sejarah kehidupan. Menarik untuk memperhatikan bagaimana Allah sangat meninggikan Yesus karena Ia telah merendahkan diri-Nya. Alkitab menjelaskan secara rinci bahwa Yesus dalam keadaan sebagai manusia, telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama. Yesus telah merendahkan diri-Nya untuk taat. Inilah teladan kita sebab setiap kita wajib hidup seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6). Jadilah pribadi yang rendah hati, rela berkorban, dan siap sedialah melayani di mana pun kita berada! [RS]