Beberapa waktu lalu saya mengikuti kelas pottery. Di kelas itu saya diajarkan tentang proses menciptakan barang pecah belah dari nol. Dimulai dari melumat tanah liat, membentuk sesuai dengan tujuannya, mengukir dan mewarnai untuk memperindah hingga pembakaran sebagai proses terakhir sebelum siap untuk digunakan. Walaupun saya sudah mengusahakan yang terbaik, tapi tetap saja sebagai pemula hasil karya saya jauh dari sempurna. Gelas itu memiliki banyak kekurangan tapi bagi saya gelas itu sangatlah berharga. Gelas itu terbuat dari tanah liat, tapi di mata saya gelas itu tetap berharga. Bentuknya tidak simetris sempurna, tetapi bagi saya gelas itu tetap berharga. Ukiran dan warnanya juga tidak menonjol, namun di mata saya gelas itu tetaplah berharga. Mengapa? Karena gelas itu adalah ciptaan saya sendiri.
Manusia pertama diciptakan oleh Tuhan dari debu dan tanah, elemen yang tidak ada harganya jika dibandingkan dengan emas, perak dan permata. Namun di mata Sang Pencipta, setiap manusia berharga. Demikian berharganya kita, hingga Ia rela mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan kita dari maut. Sayangnya dunia memiliki pandangannya sendiri, dunia memandang berharga tidaknya seseorang secara picik. Jika Anda tidak kaya atau sukses maka Anda kurang berharga. Jika Anda tidak cantik atau tampan maka Anda kurang berharga. Jika Anda tidak berprestasi maka Anda kurang berharga. Berbagai standar diciptakan oleh manusia dan dipaksakan pada manusia lainnya, sedangkan Tuhan yang menciptakan manusia saja tidak menetapkan standar apapun mengenai keberhargaan manusia. Di mata Tuhan, sedari awal kita sudah berharga. Ia sudah memperhatikan bahkan sebelum kita lahir ke dunia, Ia menenun kita sejak dari kandungan. Ia setia menjaga dan memelihara di setiap musim hidup kita. Jika saat ini Anda sedang bergumul tentang harga diri (self-worth), ingatlah bahwa ada satu pribadi yang akan selalu memandang Anda berharga tanpa syarat, yaitu Bapa di surga Sang Pencipta manusia. Anda pantas dikasihi terlepas dari kekuranganmu. Anda pantas dihargai terlepas dari ketidaksempurnaanmu. [EV]