Melalui kisah anak pegawai istana yang Yesus sembuhkan, kita tahu bahwa menyembuhkan penyakit yang mematikan sama sekali bukanlah masalah bagi Tuhan. Hanya dengan berbicara, maka penyakit anak itu sembuh. Namun berbeda dengan kepercayaan. Tuhan izinkan pegawai istana itu untuk memilih apakah ia akan percaya kepada Yesus. Jadi ketika pegawai istana itu memohon kesembuhan untuk anaknya, Tuhan Yesus mengangkat masalah kepercayaan pria tersebut (ayat 48). Ketika Yesus mengatakan, "Pergilah, anakmu hidup!", pria itu percaya akan perkataan-Nya dan pergi tanpa Yesus bersamanya ke Kapernaum. Belum sampai di tempatnya, hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar kesembuhan anaknya. Anak itu sembuh kemarin siang pukul satu, tepat ketika Yesus berkata kepadanya "Anakmu hidup."
Peristiwa yang dialami pegawai istana ini membuatnya paham bahwa Yesus bukan hanya Penyembuh. Ia lebih dari seorang nabi. Dia-lah Mesias. Pegawai istana itu, anaknya, dan seluruh keluarganya percaya kepada Yesus sejak saat itu. Tuhan izinkan penyakit mematikan dialami anaknya sehingga pria itu mengalami keputusasaan dan datang kepada-Nya. Karena penyakit anak itu, seluruh keluarga memperoleh hidup yang kekal. Perhatikan juga bahwa Yesus tidak selalu melakukan hal-hal yang kita pikir seharusnya Ia lakukan, seperti pegawai istana yang memohon kepada Yesus untuk pergi bersamanya. Padahal Yesus tidak harus melihat dan menyentuh anak itu untuk menyembuhkannya. Kuasa-Nya jauh lebih besar dari yang pegawai istana itu pikirkan. Pria itu hanya menginginkan kesembuhan anak-Nya, tetapi Yesus memiliki lebih banyak rencana untuknya. Yesus ingin menyembuhkan anaknya, Yesus ingin mengajari pegawai istana itu akan kekuatan firman-Nya, Yesus hendak memberi kesempatan kepada pria itu beserta keluarganya untuk percaya kepada Yesus dan memperoleh hidup yang kekal. Bukankah kita melihat bahwa cara Tuhan selalu lebih indah dari cara kita? Dengan mengetahui kebenaran ini, hendaknya kita tetap konsisten menjaga kepercayaan kita kepada-Nya dan memiliki respon yang benar terhadap setiap problema hidup. Seperti pegawai istana yang mencari Yesus, kita bisa selalu datang kepada-Nya, menceritakan masalah kita, dan memohon solusi yang terbaik bagi kita dan juga orang-orang di sekitar kita. Biarlah Tuhan menggunakan setiap situasi untuk membawa lebih banyak orang mendekat pada Kerajaan Allah. [LS]