Ketika menghadapi penderitaan, kita cenderung mulai menganalisis hidup kita. Kita merenung, mencari sebab atau alasan dari penderitaan yang kita alami. Kita perlu berhati-hati sebab penderitaan rentan menjadi celah yang digunakan Iblis untuk menyerang kita dengan pemahaman yang salah.
Ayub menghadapi penderitaan yang sangat berat. Teman-teman Ayub datang mengunjunginya. Namun sayang, baik Elifas mau pun Bildad, keduanya sama-sama memojokkan Ayub yang sedang terluka dengan pernyataan yang kurang tepat tentang penderitaan yang dialaminya. Elifas mengatakan, "Pikirlah, pernahkah orang yang tak bersalah ditimpa celaka dan musibah? (Ayub 4:7 BIS). Bildad mengatakan, "Tapi Allah tak pernah meninggalkan orang setia, dan tak pernah pula Ia menolong orang durhaka." (Ayub 8:20 BIS). Keduanya mendasarkan argumentasinya pada pemahaman bahwa Allah tidak akan memungkinkan penderitaan terjadi pada orang benar. Jadi, apa yang hendak mereka katakan adalah penderitaan yang dialami Ayub adalah penghukuman atas dosanya. Allah menegur keras teman-teman Ayub karena mereka tidak berkata benar tentang-Nya. Hal penting yang harus kita pahami adalah hukuman kita atas dosa telah Kristus selesaikan di atas kayu salib. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus (Roma 8:1). Di sisi lain, Tuhan memang mendisiplinkan anak-anak-Nya, tapi Ia melakukannya dalam kasih. Satu-satunya yang diinginkan Tuhan adalah mendatangkan kebaikan bagi kita, termasuk melalui pendisiplinan. Dosa telah membawa kesengsaraan dalam dunia ini dan dosa akan tetap ada selama kita hidup di dunia, maka pendisiplinan Tuhan sangat kita perlukan demi kekudusan dan ketaataan kita, termasuk menjalani konsekuensi alamiah dari dosa. Kita melihat, pernyataan yang tidak benar dari teman-teman Ayub telah membuatnya kecewa. Jika Anda saat ini sedang mengalami penderitaan dan telah mengetahui kebenarannya, seharusnya Anda tidak lekas kecewa atau patah hati. Apa yang Anda alami seharusnya membawa lebih banyak harapan terhadap firman Tuhan yang memberi hidup. [LS]