Mark Zuckerberg adalah CEO terkenal pendiri Facebook yang sekarang telah berganti nama menjadi Meta. Walaupun memiliki kekayaan yang fantastis dan bisa hidup mewah, namun Mark selalu terlihat sederhana terutama dalam hal berpakaian. Mark terkenal selalu mengenakan pakaian yang sama dalam kesehariannya: kaos abu-abu dan celana jeans. Saat ditanya perihal itu, ia menjelaskan alasan di balik gaya berpakaian yang monoton itu adalah karena ia tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memilih pakaian dan bercermin setiap harinya. Baginya berpakaian bukanlah sesuatu yang krusial, ia lebih suka menggunakan waktu yang ada untuk memikirkan bagaimana melayani komunitas dengan lebih baik lagi. Pola perilaku seperti ini dikenal dengan nama satisficing. Satisficing merujuk pada kepuasan yang secukupnya tentang sesuatu yang dipandang tidak terlalu krusial dalam hidup seseorang.
Setiap kita diberikan waktu yang terbatas setiap harinya. Dalam satu hari ada banyak sekali hal yang perlu dipikirkan dan diputuskan. Dimulai dari baju apa yang akan kita pakai untuk aktivitas hari ini, menu apa yang akan kita makan untuk sarapan, dan sederet hal lainnya hingga hari berakhir. Selain perkara dunia, sebagai warga kerajaan Allah kita dituntut untuk membagi fokus terhadap perkara yang di atas. Perkara dunia memang penting selama kita masih hidup, namun jangan lupa bahwa semua yang diraih di dunia ini akan kita tinggalkan suatu hari nanti. Oleh karena itu bijaklah dalam menyusun prioritas hidup, mana hal yang memerlukan satisficing (kepuasan yang secukupnya) dan mana hal yang butuh fokus dan perhatian lebih. Mendapatkan banyak likes dari dunia memang penting untuk mendukung pekerjaan dan mendongkrak pengaruh, namun ada baiknya kita lebih fokus mengejar likes dari Tuhan (menyenangkan hati-Nya). Mengumpulkan kekayaan duniawi itu penting dan bisa sangat berguna untuk banyak hal, namun ada baiknya kita memulai hari dengan mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya. Janji Tuhan adalah ketika kita selalu mengutamakan Dia maka semuanya akan ditambahkan kepada kita (Matius 6:33). Setiap kita mendapatkan waktu yang sama dan terbatas setiap harinya, susunlah prioritas hidup dengan bijak, tetapkan kepuasan secukupnya (satisficing) pada perkara duniawi karena semua yang ada di dunia ini sifatnya hanya sementara. [EV]