KEHILANGAN KASIH YANG SEMULA

Sabtu,28 Agustus 2021

BACAAN ALKITAB HARI INI

Wahyu 2:1-5

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Wahyu 2:4-5

RENUNGAN INSPIRASI

Belakangan terakhir, istilah "bucin" alias "budak cinta" cukup populer di telinga kita. Fenomena bucin menggambarkan seseorang yang menggilai pasangannya hingga mampu berbuat apa pun demi membahagiakan orang yang dicintai. Hal ini biasa terjadi kepada orang baru jatuh cinta. Memang awal jatuh cinta sungguh menggelora.
Awal mengenal Yesus kita pun pasti mengalami kasih mula-mula, seperti orang baru jatuh cinta, di mana kita begitu antusias untuk mengenal Kristus. Kita memiliki hasrat yang mendalam untuk melayani dan kecintaan kepada hadirat-Nya. Kita rela berkorban tanpa merasa berkorban, dan melakukan apa saja karena kasih kepada Yesus. Namun seiring perjalanan waktu, tanpa disadari kita kehilangan kasih itu. Walau mungkin masih giat melayani, pada hakekatnya kita mengalami kejenuhan kepada hadirat-Nya. Kita malas bersaat teduh dan merenungkan firman-Nya, dan enggan untuk melakukan kehendak-Nya. Bila demikian, kita telah berada di zona yang tidak aman. Kepada jemaat di Efesus, Tuhan berbicara secara gamblang. Ia bahkan memuji perbuatan-perbuatan baik mereka. Sebagaimana jemaat di Efesus memiliki sikap gigih dan bertekun dalam pelayanan, ketidaksabaran terhadap orang-orang jahat, kritis terhadap pernyataan-pernyataan rasul palsu, serta kerelaan menderita tanpa menyerah. Tak ada yang buruk dari perbuatan ini, kita bahkan harus memeliharanya. Kendati demikian, Tuhan mencela mereka. "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." Segala hal yang mereka perbuat tak lagi didasari oleh kasih kepada Kristus. Ini harus menjadi perhatian kita. Mungkin kita begitu giat melayani, tidak melakukan kejahatan, dan rela berkorban dalam pelayanan. Tetapi dalam upaya-upaya menjaga kerohanian yang baik, nyatanya kita bisa saja kehilangan kasih kepada Kristus. Bila motivasi kita salah, Yesus akan mengambil kaki dian dari tempatnya, itu berarti terang kita bisa hilang. Setiap terang yang tidak memenuhi tujuan-Nya, akan dipadamkan. Mari periksa hati kita, apakah semua pelayanan yang kita lakukan didasari oleh kasih kepada Yesus atau hanya simbolis sebagai pengikut Kristus. Setelah sekian lama mengenal Yesus, apakah kita masih tetap memiliki kekaguman seperti awal mengenal-Nya. Masihkah kita selalu merindukan saat-saat bersekutu dengan-Nya, memuji-Nya, teratur merenungkan firman-Nya, dan selalu berhasrat melakukan perintah-perintah-Nya seperti dahulu? Bila tidak seperti itu lagi, bertobatlah! Kembalilah kepada kasih yang semula. Jangan sampai Ia mencela kita. [RS]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah saat ini Anda masih memiliki sikap antusias yang sama dalam mengasihi Tuhan dan melayani dengan semangat di saat-saat awal menjadi orang percaya?
2. Mengapa Tuhan mencela jemaat di Efesus ini?

POKOK DOA

Tuhan Yesus terima kasih telah begitu mengasihiku hingga rela mati bagiku. Mampukan aku untuk tetap mengasihi-Mu seperti awal semula aku mengasihi-Mu, di mana segala hal yang kulakukan didasari kasih kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa, Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Lakukan semua hal, termasuk pelayanan kita hanya berdasarkan motivasi kasih kepada Yesus Kristus.

HIKMAT HARI INI

“Pastikan semua hal yang kita lakukan tidak akan menghilangkan kasih dan hasrat kepada Kristus.”
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com