FREEDOM TO SERVE

Minggu,08 Agustus 2021

BACAAN ALKITAB HARI INI

Rut 1:1-16

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Galatia 5:13

RENUNGAN INSPIRASI

Lie Tek Bie lahir di kota Padang, Sumatera Barat, 75 tahun yang lalu di sebuah keluarga sederhana cenderung miskin. Nama Lie Tek Bie mungkin asing bagi sebagian besar kita, tapi nama dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D.,Sp.B., Sp.BTKV tak lagi asing. Dokter lulusan Jerman dengan 4 spesialisasi sekaligus, yaitu Bedah Umum, Bedah Thorax, Bedah Jantung dan Bedah Pembuluh Darah ini adalah pendiri Yayasan Dokter Peduli atau lebih dikenal dengan DoctorSHARE. Dokter Lie juga penggagas Rumah Sakit Apung pertama di Indonesia, bahkan di Asia dan mungkin di dunia. Latar belakang kehidupannya yang dibelenggu oleh kemiskinan tak menghalangi dr. Lie untuk mencapai cita-citanya menjadi seorang dokter. Lebih dari pada itu, dr. Lie menggunakan kemampuannya sebagai seorang dokter bedah untuk melayani banyak masyarakat marginal di daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Indonesia. Rumah Sakit Apungnya telah melayani berbagai pelosok nusantara yang selama ini sangat sulit dijangkau oleh layanan kesehatan. Semua itu dilakukan dr. Lie dan rekan sejawatnya di DoctorSHARE dengan gratis! Dokter Lie mematahkan belenggu kemiskinan untuk mencapai panggilan hidupnya dan kemudian mempergunakan kebebasannya itu untuk melayani.
Apapun latar belakang hidup kita, kita pasti memiliki belenggu di masa lalu atau mungkin hingga saat ini. Sebelum Tuhan Yesus menebus kita, kita di belenggu oleh dosa. Ada pula yang seperti dr. Lie yang dibelenggu oleh kemiskinan. Apa pun belenggu yang mengikat kita, ingatlah darah Yesus yang tercurah di atas Kalvari telah membebaskan kita semua. Kita sekarang diberikan kuasa untuk melepaskan semua kuk perhambaan dalam hidup kita. Dimerdekakan dari belenggu, dengan apa yang kita kerjakan di dalam kemerdekaan yang telah diberikan adalah dua hal yang berbeda. Alkitab mencatat kisah seorang wanita yang bukan berasal dari bangsa Israel, namun justru namanya tercatat di dalam silsilah Tuhan Yesus Kristus. Wanita itu bernama Rut. Rut sebenarnya memiliki kebebasan untuk meninggalkan Naomi dan mencari pria lain untuk menjadi suaminya agar kehidupannya terjamin. Tetapi apa yang dikatakan Rut kepada Naomi (Rut 1:16) adalah sebuah deklarasi atas kebebasan yang dimilikinya, ia menggunakan kebebasannya untuk melayani. Apa yang sudah kita kerjakan di dalam kebebasan yang Tuhan anugerahkan kepada kita? Rasul Paulus mengingatkan kita: "Janganlah memakai kebebasanmu itu untuk terus menerus melakukan apa saja yang kalian ingin lakukan. Sebaliknya, kalian harus saling mengasihi dan saling melayani" (Galatia 5:13 BIS). Mari kita terus melakukan kebaikan, melayani satu sama lain, bukan hanya karena itu adalah perintah Tuhan, tetapi karena kita memiliki kebebasan untuk melayani sesama. [HS]

REFLEKSI DIRI

1. Bagaimana Anda dapat mempergunakan kebebasan yang Tuhan anugerahkan untuk melayani orang-orang di sekitar Anda?
2. Tindakan apa yang dapat Anda segera lakukan sebagai perwujudan dari kemerdekaan Anda untuk melayani orang lain?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, aku bersyukur buat kemerdekaan yang Kau anugerahkan dalam kehidupanku. Bila ada belenggu-belenggu yang masih mengikat hidupku, hari ini di dalam nama Yesus aku patahkan semua itu. Aku mau memiliki kemerdekaan yang sejati agar aku bebas untuk melayani dan melakukan kebaikan bagi orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Lakukanlah kebaikan, layanilah sesama. Bukan hanya karena perintah Tuhan, tetapi kerjakanlah sebagai perwujudan dari kemerdekaan yang Tuhan telah anugerahkan kepada kita.

HIKMAT HARI INI

Menggunakan kemerdekaan kita untuk melayani, ketimbang melakukan apa saja yang kita mau, memiliki dampak yang kekal pada kehidupan orang lain. – Anonim
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com