Fanny Jane Crosby lahir normal pada tanggal 24 Maret 1820. Di usia 6 minggu, ia menderita infeksi mata. Karena dokter yang biasanya mengobati keluarga sedang pergi ke luar kota, keluarga Fanny meminta kepada seorang yang mengaku dokter di daerah itu untuk mengobatinya. Setelah diobati, mata Fanny yang masih bayi itu malahan menjadi buta total. Meski dibutakan oleh penyakit, Fanny Crosby tak pernah getir. Ia bahkan percaya bahwa kebutaannya adalah berkah karena ia menyadari bahwa kebutaannya telah menjadi pintu gerbang untuk memuji Tuhan. Ia berkata, "Saya mungkin tidak akan menyanyikan himne untuk memuji Tuhan jika saya terganggu oleh hal-hal yang indah dan menarik saya." Sepanjang hidupnya ia menulis lebih dari 8.000 himne. Ketika ia meninggal pada usia 95 tahun, di batu nisannya tertulis kata-kata dari himne "Blesed Assurance" yang merangkum kehidupannya: "Jaminan Mulia ku diberi, karena Yesus milikku abadi; Aku ditebus, dibasuh darah kudus. Aku mau taat, sukacita turun melimpah; Aku serahkan diri penuh di dalam Tuhan, Aku diliputi anugerah-Nya. Ini kisahku, ini laguku, memuji Juruselamatku, sepanjang hari."
Blessed Assurance ditulis lebih dari satu abad yang lalu, dan dunia telah banyak berubah sejak saat itu. Budaya telah berubah, bahkan gereja telah berubah. Tetapi satu hal yang tidak berubah dan tidak akan pernah berubah adalah jaminan keselamatan. Kita memiliki jaminan keselamatan. Segala hal dapat terjadi, berubah atau melawan kita, tetapi kita memiliki jaminan keselamatan dari Tuhan. Ini bukan karena apa pun yang telah kita lakukan, tetapi karena apa yang Yesus lakukan untuk kita. Kita mungkin merasa bahwa kita menghadapi masalah yang sangat berat. Jangan mengeluh, khawatir, atau getir. Belajar dari teladan Fanny Crosby, dan penuhi hati kita dengan pujian kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa Tuhan mengasihi kita, dan Ia memiliki rencana untuk hidup kita. Kita dapat yakin kepada-Nya, mengetahui bahwa Ia ingin kita memiliki kedamaian, kepastian, dan berkat-Nya. Tidak peduli apa yang kita alami, kita tidak perlu khawatir atau takut, karena kita memiliki jaminan keselamatan. Penuhi hidup kita dengan pujian untuk Juruselamat kita, biar ini menjadi kisah dan lagu kita. [EH]