DON’T FORGET YOUR IDENTITY

Selasa,11 Mei 2021

BACAAN ALKITAB HARI INI

Yohanes 15:18-21

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Yohanes 15:19

RENUNGAN INSPIRASI

Dalam KBBI, identitas didefinisikan sebagai jati diri, ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang. Memahami identitas sangatlah penting, karena itulah acuan kita di dalam berperilaku. Berbicara mengenai identitas kita, firman-Nya berkata, "Kamu berasal dari Allah, anak-anakku" (1 Yohanes 4:4). Maka kita harus membawa identitas dari mana kita berasal. Kita hanyalah pendatang di bumi ini, yang kelak akan kembali kepada Bapa.
Yesus sendiri, menghidupi betul identitas-Nya. Ketika Iblis mengusik identitas Yesus, dan berkata, "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Padahal saat itu Yesus belum memulai pelayanan dan sedang kelaparan. Lalu Iblis membawa Yesus ke bubungan Bait Allah untuk memberi perintah kepada para malaikat, sementara belum banyak orang memandang Yesus dan Ia tidak mendapat perhatian dari siapa pun. Selanjutnya Iblis menawarkan segala keagungan dunia, dan saat itu Yesus tidak memiliki apa pun. Karena Yesus tahu siapa diri-Nya, untuk apa Ia hidup, sehingga Iblis tidak bisa menggoda-Nya. Setelah banyak melakukan mukjizat, identitas Yesus pun dipertanyakan. Banyak orang bertanya, "Siapa Orang ini?" Apa pun yang Yesus lakukan dilandasi oleh identitas-Nya sebagai Mesias. Walau tidak bisa menyenangkan semua orang, tetapi Ia aman dalam kasih Bapa-Nya, meski Ia harus meninggalkan keluarga, pernah dianggap gila oleh keluarga-Nya, hendak di dorong ke jurang, diharapkan sebagai Mesias yang berkuasa, ditolak para pemimpin agama yang tidak menyukai kehadiran dan ajaran-Nya, di cap memiliki kuasa setan, ditinggalkan orang-orang terdekat-Nya, dikhianati murid-Nya sendiri. Yesus tetap dapat stabil di tengah tekanan seberat apa pun. Ia bisa terus melayani serta mengasihi orang-orang yang membenci-Nya karena Ia tetap yakin akan identitas-Nya. Kita mendapati Yesus tidak menaruh perhatian terhadap apa yang dikatakan orang mengenai diri-Nya, namun Ia sangat peduli tentang identitas diri-Nya. Ini sepatutnya menjadi teladan kita. Iblis akan selalu berusaha merusak identitas diri kita dengan pemahaman dan gambar diri yang salah. Dunia dengan segala keterpikatannya pun acap kali mengaburkan standar keberhargaan kita melalui materi, popularitas, dan apa yang kita miliki. Tetapi Yesus telah menegaskan bahwa kita bukan berasal dari dunia ini. Karena itu, selagi hidup perjuangan kita adalah menjaga cara hidup yang sesuai dengan karakter anak-anak Allah, bukan standar dunia ini. [RS]

REFLEKSI DIRI

1. Sebagai orang percaya, apa identitas kita?
2. Mengapa kita tidak boleh melupakan identitas kita sebagai orang percaya?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, firman-Mu katakan bahwa aku adalah anak-Mu. Aku bukan dari dunia, melainkan Engkau telah memilihku dari dunia ini. Untuk itu, selagi masih di dunia ini, tolong aku agar tetap berjuang menjaga cara hidupku sebagai anak-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Perjuangkanlah cara hidup dan identitas kita sebagai anak-anak Tuhan melalui karakter dan perilaku seperti Kristus. Jangan pernah tergoda dengan berbagai tawaran dunia yang memikat.

HIKMAT HARI INI

Hidup kita tidak ditentukan apa kata orang dan dunia, tetapi oleh perkataan Tuhan, yang mengasihi kita.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com