Doa adalah sarana anugerah penting yang telah Tuhan tetapkan bagi umat-Nya. Beberapa orang, termasuk profesor Teologi Donald S. Whitney, menggunakan firman Tuhan dalam doanya. Ini menjadi salah satu cara yang efektif bagi kita dalam berdoa. Memperkatakan kembali firman Tuhan dalam doa membantu pikiran kita menjadi fokus dan memastikan bahwa hal yang kita doakan berkenan di hadapan Allah. Oleh karena itu penting untuk mendoakan ayat firman Tuhan yang sesuai, yang dapat menyampaikan isi hati kita dengan tepat. Sebab ketika kita menemukan perintah atau janji yang selaras dengan isi hati kita, kita tahu bahwa kita berdoa dalam persetujuan dan perkenanan Tuhan. Kita dapat memperkatakan kembali firman Tuhan dalam doa kita dengan iman bahwa Ia akan melakukannya dalam kesetiaan-Nya.
Doa Habakuk pada Habakuk 3:2, memberikan pelajaran tentang hubungan doa dengan firman Tuhan. Firman Tuhan mendorong doa, dan doa mendorong Firman Tuhan. Habakuk mempelajari kehendak Tuhan melalui Firman-Nya, maka ia dapat berdoa menurut kehendak-Nya. Doa Yunus adalah salah satu contoh yang baik tentang bagaimana berdoa. Kita dapat melihat bahwa doa Yunus terdiri dari banyak mazmur. Jika kita melihat ke dalam Alkitab, ada banyak mazmur berisi ratapan, doa kesedihan kepada Allah, bahkan kitab Ratapan berisi tentang keluh kesah nabi Yeremia. Ayat-ayat yang ada di dalam Alkitab, terutama Mazmur, secara khusus memberikan pola mudah yang dapat kita ikuti dalam doa. Merupakan praktik yang baik untuk secara teratur berdoa sejalan dengan firman Tuhan, menghaturkan doa yang didasarkan pada kebutuhan kita sendiri seperti yang Yunus lakukan kepada-Nya. Doa Yunus juga mengingatkan kita betapa pentingnya menyimpan firman Tuhan di dalam hati, sehingga kita dapat menggunakan dan mengandalkannya bahkan ketika tidak ada Alkitab di tangan. Bahkan saat berada di atas kayu salib, Yesus sendiri mengucapkan perkataan yang terdapat dalam Mazmur 22:1. Kiranya ini menjadi dorongan bagi kita semua untuk membaca dan memahami Alkitab, berusahalah untuk mengingat-ingat isi firman Allah, sehingga ketika satu bagian dari Firman Tuhan mengacu pada bagian lain, kita dapat mengerti pesannya. Dengan begitu kita dapat berdoa secara efektif sesuai isi hati kita sekaligus memastikan perkenanan-Nya atas doa kita. [LS]