Segala hal di dunia ini diciptakan untuk memenuhi fungsi dan tujuan yang diinginkan perancang atau penciptanya. Misalnya saja, kendaraan diciptakan untuk mempermudah manusia berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah, cepat dan nyaman. Pendingin ruangan (AC) atau penghangat ruangan (heater) diciptakan untuk mengatur temperatur udara sebuah ruangan agar nyaman bagi orang yang ada di dalamnya. Segala sesuatu diciptakan dengan maksud dan tujuan yang spesifik. Begitu pula halnya dengan manusia. Manusia diciptakan oleh Allah menurut gambar dan rupa-Nya, sebuah rancang bangun yang sangat mulia melebihi segala ciptaan apa pun di alam semesta ini. Allah menciptakan manusia sedemikian, tentunya dengan maksud dan tujuan yang juga spesifik.
Dalam bukunya "Purpose Driven Life", kalimat pertama yang ditulis oleh Ps. Rick Warren adalah: "Itâs not about you", hidup ini bukan tentang kita. Ada banyak orang yang menjalani hidupnya dengan keliru. Kita bertanya dan berpikir tentang apa yang hendak kita capai atau ingin menjadi apa kita kelak. Tidak ada yang salah dengan memikirkan dan merencanakan masa depan kita, tetapi bila itu semua tidak menuju pada tujuan hidup yang Tuhan letakkan dalam diri kita, hidup kita tidak akan maksimal. Tujuan hidup kita yang tertinggi adalah untuk menyembah dan memuliakan Tuhan, untuk itulah kita ada. Penyembahan lebih dari sekedar menyanyikan puji-pujian. Penyembahan juga bukan hanya bagian dari hidup kita, penyembahan adalah hidup kita. Seorang penyembah akan mendedikasikan seluruh eksistensi hidupnya untuk menyembah Tuhan, hanya untuk menyenangkan hati Tuhan. Profesi apa pun yang kita jalani dalam keseharian kita, harus memuliakan Tuhan. Itulah penyembahan yang sejati. Marilah kita mengevaluasi kembali apa yang menjadi tujuan hidup kita selama ini, apa yang kita rencanakan dan apa yang kita hendak capai dalam kehidupan kita. Selaraskan semua itu dengan esensi tujuan hidup yang Tuhan letakkan dalam hidup kita, yaitu hanya untuk menyembah Dia dan memuliakan nama-Nya. [HS]