Satu hal yang tidak bisa ditepis untuk melampaui batasan adalah bertindak lebih, melakukan sesuatu di atas rata-rata, atau biasa disebut dengan extra mile. Sebagai orang percaya, sepatutnya kita belajar melakukan segala sesuatu dengan hal terbaik yang kita miliki, bahkan melebihi rata-rata (going the extra mile), karena Yesus mengajar kita demikian (Matius 5:41-48).
Perihal ini, Alkitab juga menyebutkan kisah Elia sebagai contoh yang sesuai. Suatu kali terjadi kekeringan hebat. Ketika musim kemarau tentu air menjadi sesuatu yang berharga. Namun iman Elia terwujud dari tindakannya. Elia menyuruh orang memenuhi empat buyung penuh dengan air, dan hal itu dilakukan sampai tiga kali. (1 Raja-raja 18:34). Di mana satu buyung air itu berjumlah sekitar 39,5 liter. Untuk menunjukkan kuasa Tuhan terjadi, betapa Elia tidak menyayangkan air tersebut. Terbatasnya air kala itu, tidak menjadi penghalang untuk menyaksikan kebesaran Tuhan. Demikian pula berlaku bagi kita. Mungkin ada berbagai hambatan atau keterbatasan di dalam hidup kita, namun untuk menampilkan kuasa Tuhan bekerja, maka kita pun perlu bertindak lebih dari yang biasa kita lakukan. Iman kita harus bekerja sama dengan tindakan kita. Sebagaimana Elia telah memberikan yang terbaik di tengah situasi yang tidak baik, demikian pula kita perlu bertindak lebih baik lagi walaupun kondisinya mungkin tidak baik. Lebih lagi mengasihi sesama, bahkan mengasihi orang yang membenci kita, lebih lagi memberkati sesama, bahkan memberkati mereka yang mengutuk kita. Lebih lagi berbuat baik, bahkan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kita. Lebih lagi melayani dengan sungguh, lebih lagi melakukan pekerjaan lebih maksimal. Dan pada akhirnya berbuatlah lebih lagi! [RS]