Jika hanya sekilas membaca, 1 Samuel 9 tampak seperti kebetulan. Saul sedang mencari keledai ayahnya yang hilang. Pencariannya membawanya kepada nabi Samuel, yang telah mendengar dari Tuhan bahwa Saul akan datang dan diperintahkan untuk mengurapi dia sebagai raja atas Israel. Apa yang tampak seperti pencarian keledai adalah bagian dari rencana Tuhan untuk Saul.
Hidup dimulai dengan kelahiran, diakhiri dengan kematian. Segala sesuatu yang terjadi di antara kedua peristiwa tersebut adalah bagian dari rencana Tuhan. Bukanlah kebetulan kita tinggal di tempat tinggal kita saat ini, bekerja di tempat kita bekerja saat ini. Orang-orang yang ada dalam hidup kita juga bukanlah kebetulan. Tidak ada kebetulan di dalam Tuhan, selalu ada tujuan dan alasan Ilahi untuk setiap dan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Dengan berpegang bahwa tidak ada kebetulan dengan Tuhan, kita dapat membangun iman kita, terutama ketika saat-saat yang terjadi dalam hidup menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban, seperti penyakit, kesulitan keuangan, masalah pernikahan, masalah dengan orang tua atau anak-anak, tantangan di tempat kerja atau sekolah. Alasan dari hal-hal tersebut sebagai bagian dari rencana Tuhan mungkin tampak di luar pemahaman. Tetapi kita harus selalu ingat bahwa Tuhan memiliki alasan untuk semua yang kita alami dalam hidup ini. Apa yang kita alami setiap hari bukanlah sebuah kebetulan, tetapi bagian dari rencana-Nya dan memberikan kesempatan yang luar biasa bagi kita untuk mengabdikan hidup setiap hari bagi-Nya. Kita tidak pernah tahu bagaimana Tuhan akan membebaskan kita dari masalah, atau bagaimana Ia akan memberkati kita. Tugas kita adalah berpegang pada iman kita, mengucap syukur, dan percaya sungguh bahwa Tuhan memiliki rencana untuk hidup kita dan menginginkan yang terbaik untuk kita. Ia memegang kendali dalam hidup kita. Setiap fase yang ada dalam hidup kita telah dipikirkan, diatur, dan dihitung dengan cermat oleh Tuhan. Mari berjalan bersama Tuhan setiap hari dan mengikuti rencana-Nya. [EH]