Seorang reporter pernah bertanya kepada penginjil besar D. L. Moody, "Orang mana yang memberi Anda kesulitan terbesar?" D. L. Moody pun menjawab, "Saya punya kesulitan lebih banyak dengan D. L. Moody dibandingkan dengan orang mana pun yang masih hidup." Harus diakui bahwa menaklukkan diri sendiri merupakan hal yang sulit.
Seringkali kita merasa kesulitan saat berusaha membuat diri kita hidup benar sesuai dengan firman Tuhan. Dibutuhkan usaha yang terus menerus. Namun, sulit bukan berarti tidak bisa. Alkitab menyatakan kita bisa, tetapi kita bisa bukan semata karena kekuatan kita, melainkan oleh kuasa Tuhan yang bekerja di dalam diri kita. Inilah yang Rasul Paulus katakan di dalam suratnya bahwa Kristus tidak bersikap lemah terhadap kita, melainkan Ia merupakan kuasa yang besar di dalam kita (2 Korintus 13:3 FAYH). Jangan pernah meragukan kuasa Tuhan tersebut. Ya, mungkin kita pernah gagal, mungkin kita juga jatuh bangun dalam dosa. Lantas hal itu membuat kita tidak yakin apakah kita bisa lepas dari berbagai keterikatan dosa. Rasul Paulus dengan tegas menyampaikan, "Apakah Saudara benar-benar orang Kristen? Apakah Saudara lulus dalam ujian itu? Apakah Saudara makin lama makin merasakan kehadiran dan kuasa Kristus di dalam Saudara? Atau apakah Saudara hanya berpura-pura saja menjadi orang Kristen…?" (2 Korintus 13:5 FAYH). Ketika kuasa Kristus yang besar itu bekerja, maka perjuangan kita tidak akan menjadi sia-sia. Kesulitan apa yang kita hadapi di dalam diri kita? Apakah kita sedang berjuang dengan sikap marah, iri hati, sombong, tidak mau mengampuni, kikir, ketergantungan obat-obatan, dosa seks, atau berbagai hal lainnya? Setiap kita memiliki perjuangan masing-masing, tapi ingatlah bahwa kuasa Kristus sanggup menolong jika kita meminta-Nya dan bekerja sama dengan-Nya. [RS]