Dalam berkendara ada istilah blind spot. Secara umum, blind spot adalah kondisi di mana kita tak dapat melihat keseluruhan objek di sekitar karena jarak pandang yang terbatas. Perjalanan kehidupan kita pun layaknya seperti seorang pengendara yang memiliki blind spot. Kita tak sepenuhnya bisa memandang cara kerja Tuhan di dalam perjalanan hidup ini, karena kita memiliki jangkauan pandang yang terbatas. Mengutip ucapan Abraham Park, "Tuhan itu sungguh ajaib, maka sama sekali tidak dapat dimengerti oleh otak dungu manusia. Kata ‘ajaib’ ini menunjuk pada aktivitas misterius yang tidak dapat digambarkan manusia secara spesifik karena hanya dimiliki oleh Tuhan."
Bagaimanapun juga pemikiran kita ini tidak akan mampu memahami tuntunan Tuhan. Paulus pernah menyampaikan dalam suratnya, "Sebab pengetahuan kita tidak lengkap." (1 Korintus 13:9). Sudah tentu, mustahil kita mampu menebak cara berpikir Tuhan yang maha dahsyat dalam rencana-Nya. Yang pasti, Tuhan selalu bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap kita. Oleh karenanya, marilah kita menjalani kehidupan ini dengan mengandalkan-Nya serta percaya sepenuhnya kepada jalan-jalan Tuhan. Dengan keterbatasan pengetahuan itu membuktikan bahwa kita tidak akan bisa menjalani kehidupan ini di luar Tuhan. Kita butuh Tuhan, kita butuh tuntunan-Nya. Berjalanlah dalam pimpinan Tuhan melalui kebenaran firman-Nya. Saat melangkah dengan-Nya, walau dalam keterbatasan pengetahuan kita, maka kita akan dibawa selangkah demi selangkah menuju rencana indah-Nya yang sempurna bagi hidup kita. [RS]