MARRIED WITH CHILDREN

Sabtu,27 Februari 2021

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Mikha 1

AYAT HAFALAN

Amsal 5:18

RENUNGAN INSPIRASI

Memiliki anak mengubah pernikahan secara permanen. Saat ditanya oleh sebuah lembaga survei, apakah anak-anak atau pernikahan yang baik yang lebih penting untuk kehidupan yang bahagia, 75% orang menjawab anak-anak. Begitu banyak pasangan yang berfokus kepada anak-anak mereka, mencurahkan banyak waktu dan energi di dalam kehidupan anak-anak karena prioritas nomor satu bagi mereka adalah anak-anak, bukannya pasangan. Logikanya karena pasangan bisa menjaga dirinya sendiri, sedangkan anak-anak tidak bisa. Tetapi menginvestasikan kebahagian pernikahan Anda pada anak-anak adalah sebuah strategi jangka pendek yang berbahaya. Balita akan tumbuh menjadi remaja, lalu dewasa. Pada dasarnya, anak yang beranjak dewasa sudah tidak berharap menjadi fokus dari seluruh kasih sayang atau investasi kebahagiaan orang tua mereka. Suatu hari, anak akan meninggalkan orang tua mereka untuk bersama pasangan hidupnya, dan pasangan suami istri akan kembali tinggal berdua, dan jika selama bertahun-tahun mereka tidak membina hubungan yang intim satu sama lain, mereka masing-masing akan merasa tinggal bersama orang asing. 

               Satu-satunya cara untuk mencegah hal menyedihkan ini adalah dengan mengingat bahwa berkat utama dalam pernikahan adalah pasangan kita, dan anak-anak bukanlah tujuan kita menikah. Jangan biarkan fokus kita kepada anak-anak membuat kita lengah dan mengabaikan perasaan serta kebutuhan pasangan. Jangan salah mengerti, bukan berarti kita membiarkan anak-anak kita yang masih kecil mengurus diri mereka sendiri sehingga kita dan pasangan dapat liburan romantis di pegunungan. Tetapi janganlah seluruh fokus kita hanya tertuju pada anak-anak sampai harus mengorbankan pasangan kita. Sebab hubungan suami isteri yang stabil dan kuat berkaitan erat dengan tumbuh kembang anak. Berusahalah untuk menciptakan keseimbangan yang baik. Bila perlu atur jadwal rutin Anda secara tertulis, ada waktunya untuk anak, ada waktu untuk pasangan. Bila ada situasi tertentu yang membuat Anda harus memilih untuk mendahulukan pasangan atau anak, mintalah hikmat Tuhan, agar langkah yang Anda ambil tepat. Mungkin tidak mudah, tetapi kita tidak boleh berhenti berusaha untuk menjadi semakin dekat dan fokus pada hubungan pernikahan dan pasangan kita sebagai prioritas. [EH]

Di urutan manakah pasangan Anda dalam lima prioritas teratas Anda? Apa yang dahulu Anda lakukan bersama pasangan, yang membuat Anda dan pasangan semakin dekat? Apakah Anda berdua masih melakukan itu setelah ada anak-anak?
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com