MISKIN TAPI KAYA

Selasa,25 Agustus 2020

BACAAN ALKITAB HARI INI

2 Korintus 8:1-15

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Yesaya 29

AYAT HAFALAN

2 Korintus 8:9

RENUNGAN INSPIRASI

Chen Shu Chu adalah seorang penjual sayuran di kota Taitung, Taiwan. Chen kecil kehilangan ibu dan adiknya yang meninggal dunia karena sakit dan keluarganya tidak mampu membayar biaya pengobatan. Chen tumbuh besar membantu ayahnya berjualan sayuran di pasar. Setiap hari di pasar, ia melihat begitu banyak anak-anak yang tidak sekolah karena keluarga mereka tidak mampu membayar biaya sekolah. Ia mulai menyisihkan pendapatannya. Pada tahun 1997, Chen mendonasikan uang sebesar NT$1 juta (sekitar 485 juta Rupiah) untuk almamaternya, SD Jen-Ai. Donasi yang diberikannya ini membuat banyak anak-anak miskin di kota Taitung bisa bersekolah. Chen sendiri hanyalah tamatan SD dan tidak melanjutkan pendidikan karena kemiskinannya. Chen tidak berhenti sampai di situ. Beberapa tahun kemudian, ia menyumbangkan NT$4,5 juta (sekitar 2,2 miliar Rupiah) untuk membangun perpustakaan di sekolah yang sama. Dalam 10 tahun terakhir, Chen mengadopsi 3 orang anak dan mendonasikan NT$36.000 (17,5 juta Rupiah) setiap tahunnya. Chen tetap hidup sederhana di rumah kecilnya, dan hanya menghabiskan NT$100 (50 ribu Rupiah) untuk biaya hidupnya selama 1 bulan!
Kekurangan bukanlah halangan bagi kita untuk memberi. Di dalam Alkitab, kita mengenal jemaat Makedonia yang sehari-hari hidup di bawah garis kemiskinan, namun tergerak untuk mendukung jemaat di Yerusalem yang membutuhkan. Firman Tuhan berkata, "Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya" (2 Korintus 8:9). Pengenalan kita akan kasih karunia Kristus telah menjadikan kita kaya. Kita menjadi kaya dalam kasih kita kepada sesama. Kasih Yesus yang berlimpah telah mengubah hidup kita dan menganugerahkan kemurahan hati bagi kita semua. Kaya atau miskin bukanlah diukur dari berapa banyak harta yang kita miliki. Kaya atau miskin adalah sikap hati. Kekayaan datang dari hati yang bersyukur dan diukur dari seberapa yang kita berikan bagi sesama yang membutuhkan. [HS]

REFLEKSI DIRI

1. Bagaimana pengenalan akan kasih karunia Tuhan telah mengubah dan memperkaya hidup Anda?
2. Bagaimana firman Tuhan berbicara kepada Anda untuk menjawab panggilan Tuhan hari ini?

POKOK DOA

Bapa dalam sorga, aku bersyukur buat kasih karunia-Mu yang berlimpah di dalam kehidupanku. Firman-Mu mengingatkanku bahwa anugerah-Mu itu cukup bagiku dan aku memiliki hidup yang kaya. Aku mau bermurah hati untuk memberkati dan membantu sesamaku agar mereka dapat merasakan kasih Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Milikilah hati yang berlimpah dengan syukur, karena kasih karunia Allah telah menjadikan kita semua kaya dengan kemurahan.

HIKMAT HARI INI

“Kemiskinan diukur dari berapa banyak yang kita inginkan. Kekayaan diukur dari berapa banyak yang kita berikan.” – HS
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com