Bacaan Alkitab kita hari ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat Kolose ketika praktik perbudakan tersebar luas. Hampir setengah dari kekaisaran Romawi dihuni para budak, termasuk orang-orang Kristen yang bekerja sebagai budak. Dalam perspektif kebanyakan orang, hal-hal yang dilakukan oleh budak adalah pekerjaan rendahan dan tidak ada nilainya. Namun dalam ayat 22, Paulus berpesan agar hamba-hamba tetap menaati tuannya dengan dasar takut akan Tuhan, karena apapun pekerjaannya, pekerjaan itu tetap bernilai di mata Tuhan.
Persoalannya, kita pun masih sering mengkotak-kotakkan pekerjaan. Kita beranggapan bekerja untuk Tuhan hanya mencakup hal-hal yang berbau gereja, sehingga pekerjaan sekuler dikerjakan dengan cara-cara duniawi. Tetapi, apa yang Tuhan selidiki jauh lebih bermakna dari apa yang kita pikirkan, yaitu apakah kita memiliki motif yang benar dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Apapun profesi Anda, bekerjalah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan. Anggaplah Tuhan sebagai tuan melalui sikap, cara kerja, dan integritas kita. Teladani Yusuf yang terus maksimal di berbagai area, saat ia menjadi budak, saat berada di penjara, pun ketika ia menjadi pejabat, semua dilakukan dengan fokus kepada Tuhan. Ingat, bahwa apapun pekerjaan yang kita jalani saat ini adalah kepercayaan dari-Nya, sudah selayaknya kita mengerjakannya dengan segenap hati demi kemuliaan nama-Nya. [LS]