RESILIENCE

Sabtu,22 Agustus 2020

BACAAN ALKITAB HARI INI

Yakobus 1:2-4

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Yesaya 26

AYAT HAFALAN

Amsal 24:10

RENUNGAN INSPIRASI

Masih dalam tema invincible, sebelumnya kita telah belajar bahwa iman kita-lah yang mengalahkan dunia. Namun persoalannya, kesulitan, dan masalah hidup yang dialami seseorang seringkali menjadi umpan bagi munculnya tindakan-tindakan yang negatif, dan menyebabkan orang percaya mengalami kekalahan. Oleh karena itu, kita harus memahami betapa pentingnya resilience atau ketahanan sebagai unsur dari iman itu sendiri.
Dr. Paul G. Stoltz, pencetus AQ (Adversity Quotient) sekaligus CEO PEAK Learning, menjelaskan bahwa resilience dapat menentukan seberapa jauh individu mampu bertahan menghadapi kesulitan dan kemampuan untuk mengatasinya sehingga tidak melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri. Resilience diperoleh melaui pengalaman dan interaksi lingkungan. Alkitab jauh lebih dulu menulis, "The testing of your faith produces patience" (Yakobus 1:3 NKJV). Patience atau kesabaran/ketekunan di sini berasal dari bahasa Yunani hypomone yang artinya kemampuan bertahan pada suatu posisi. Teolog William Barclay mengartikan hypomone sebagai sikap tabah dalam menjalani penderitaan dan berusaha mengubah penderitaan tersebut menjadi hal yang mulia dan luhur. Perhatikanlah doa yang dipanjatkan oleh Rasul Paulus untuk jemaat di Tesalonika dalam 2 Tesalonika 3:5 "Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus." Ini artinya ketika kita menghadapi kesulitan-kesulitan hidup, sikap bertahan (hypomone) bukan hanya sekedar kebajikan yang patut diperjuangkan setiap orang percaya, melainkan juga respon iman terhadap ketabahan Kristus, bahwa Ia sendiri yang mengaruniakan ketabahan tersebut. Ingatlah bahwa kita menjalani panggilan hidup sebagai murid Kristus, ketika ditempa masalah, jangan lekas gusar dan kecewa. Ketika ditekan kita harus semakin tekun di dalam Dia. Inilah bukti dari iman yang tak terkalahkan. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Sudahkah Anda memiliki ketahanan dalam menghadapi kesulitan hidup?
2. Apakah kesulitan hidup yang Anda hadapi menjadi umpan dari tindakan negatif atau justru menjadi umpan yang memancing hypomone?

POKOK DOA

Bapa, terima kasih untuk kekuatan baru yang aku terima hari ini. Aku akan menjadikan setiap masalah sebagai kesempatan untuk semakin tekun dan kuat di dalam Engkau. Di dalam nama Yesus aku berdoa dan berserah. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Jangan mudah menyerah, bersungut-sungut, dan kecewa. Gunakan kekuatan hypomone. Semakin ditekan harus semakin tekun di dalam Tuhan.

HIKMAT HARI INI

God is in Charge: Hypomone
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com