Para peneliti kanker di Kingâs College, London, melakukan penyelidikan jangka panjang atas 57 orang penderita kanker payudara yang menjalani mastektomi. Mereka mendapatkan bahwa 7 di antara 10 wanita dengan semangat juang dapat bertahan hidup sepuluh tahun kemudian, sedangkan 4 dari 5 wanita yang merasa tak berpengharapan meninggal pada waktu didiagnosis. Begitulah dampak semangat bagi kehidupan. Semangat bagaikan bahan bakar untuk menjalani kehidupan ini.
Dalam bacaan Alkitab hari ini, diberitahu bagaimana keadaan seluruh Yehuda dan Benyamin mengalami kekacauan yang besar. Mereka tak dapat pergi dan pulang dengan selamat, bangsa menghancurkan bangsa, kota menghancurkan kota, karena Allah mengacaukan mereka dengan berbagai-bagai kesesakan. Walau semua kemalangan diakibatkan karena kesalahan mereka, sebab Alkitab mencatat lama sekali Israel tanpa Allah yang benar dan tanpa ajaran imam, namun sungguh keadaan tersebut sangat menekan. Tetapi, dalam keadaan seperti itu pun belas kasihan Tuhan masih ada bagi mereka. Melalui Azarya, Tuhan berfirman kepada Asa, "Kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!" Artinya, Tuhan tak ingin umat-Nya berada dalam kubangan kesedihan dan kemelaratan tetapi sebaliknya bangkit, berusaha dan mencari-Nya. Pada akhirnya, setelah mereka bangkit dan mencari Tuhan, Tuhan memulihkan keadaan dan mereka hidup dengan aman. Prinsip yang sama pun berlaku bagi kita. Adakah hari ini, Anda mengalami keadaan yang begitu kacau dan menekan dan memedihkan hati? Mungkinkah keadaan itu bahkan membuat Anda merasa kehilangan gairah untuk melakukan apa pun? Seperti yang disampaikan di dalam Amsal, bahwa kepedihan hati hanya akan mematahkan semangat. Itu sebabnya, mulai hari ini bersemangatlah dan bangkit seperti pesan Tuhan, "Kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu!" [RS]