Tiap orang hidup berdasarkan apa yang ia percayai. Kisah ini dapat menjadi sebuah contoh. 26 Juli 1852, rekor lari jarak 1 mil dengan durasi 4 menit 28 detik diraih oleh Charles Westhall. Sejak saat itu, orang meyakini tak ada orang yang bisa berlari sejauh satu mil kurang dari empat menit. Para ilmuwan dan dokter ahli pun turut menyatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang mustahil, bahkan jika ada yang berani mencoba dipastikan jantungnya pecah. Meski demikian, Roger Banister percaya ia bisa memecahkan rekor itu. 6 Mei 1954, ia berhasil menempuh jarak satu mil dalam waktu 3 menit 59.4 detik. Menariknya, 46 hari berikutnya, John Landy memecahkan rekor 3 menit 57.9 detik, yang kemudian disusul oleh 37 pelari lainnya.
Apa yang kita percayai, itulah yang terjadi. Dalam bacaan firman hari ini, kita bisa melihat pesan Yesus kepada Maria dan Marta untuk membuka kubur Lazarus. Di tengah kemustahilan itu, Yesus berpesan bahwa jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah. Waktu mereka percaya dan bertindak maka mujizat terjadi. Bahkan Yesus pun mempercayai Bapa sepenuhnya, "Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku," ungkap-Nya (Yohanes 11:42). Tuhan tahu hidup yang kita jalani tak mudah dan penuh tantangan, namun Ia juga menjanjikan kemenangan. Kemenangan itu adalah sesuatu yang pasti. Kemenangan yang berlaku bagi setiap kita yang mempercayai-Nya. Amat disayangkan, jika kita masih gagal mempercayai sesuatu yang sudah pasti. Saat ini, apa yang membuat kita sulit mempercayai Tuhan? Firman-Nya mengajar kita bahwa orang benar akan hidup oleh iman. Inilah yang juga yang dihidupi dan diajar oleh Paulus, "Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat." (2 Korintus 5:7). Saat masalah menimpa, kita percaya Tuhan menyediakan kekuatan, hikmat, jalan keluar, dan pertolongan. Ketika sakit, kita percaya Tuhan mengerti dan Dia bersama kita. Dikala susah dan sedih, kita yakin Tuhan memberi penghiburan. Bahkan di saat tak ada pertolongan kita percaya Tuhan tetap baik bagi kita. Inilah yang disebut iman. Belajarlah percaya kepada Tuhan! Waktu kita percaya, kita menang! [RS]