Relasi adalah hal yang sangat penting dalam kekristenan. Relasi ditempatkan sebagai bagian dari ibadah yang paling utama, dan meyakini hubungan pribadi melebihi filosofi dan aktivitas keagamaan. Relasi kita dengan Allah adalah segalanya. Hukum yang terutama adalah mengasihi Allah kemudian mengasihi sesama. Aspek penting dalam kehidupan kita adalah relasi kita dengan orang tua, rekan sekerja, suami/istri, anak-anak, dan orang-orang sekitar kita, karena kita diciptakan untuk berelasi (Galatia 6:2). Sayangnya, salah satu studi bisnis mengatakan alasan 2 dari 3 orang diberhentikan dari pekerjaan mereka bukan karena mereka tidak mampu melakukan pekerjaannya, tetapi karena mereka tidak dapat bergaul dengan rekan kerjanya.
Membangun relasi memang bukan hal yang mudah dan sekejap. Ada banyak gesekan terjadi dan membutuhkan waktu yang lama. Tetapi membangun relasi harus tetap diupayakan, karena kehidupan akan jauh lebih berarti ketika kita dapat menciptakan relasi dengan Tuhan dan sesama. Salah satu modal utama agar kita dapat berelasi dengan baik adalah karakter dan kepribadian kita. Pertama, kita harus belajar untuk menghargai orang lain. Menghargai berarti menghormati, memperhatikan, dan memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Kedua, kita dapat mulai terbuka dengan mereka. Keterbukaan dan kejujuran akan menumbuhkan kepercayaan yang sangat penting untuk menumbuhkan dan membina relasi. [LS]