Bapak reformator gereja, Martin Luther, adalah sosok yang mengalami begitu banyak tantangan dalam hidupnya demi mempertahankan kebenaran firman Tuhan. Seorang temannya pernah berkata, "Saya tahu rahasia kekuatan Martin Luther, sehingga ia selalu tabah ketika menghadapi tantangan, yaitu selalu berdoa selama 3 jam dalam sehari sebelum memulai aktivitas sepanjang hari." Inilah letak kekuatan itu, Martin Luther mengandalkan sepenuh hidupnya kepada Tuhan, Sang Sumber Kekuatan.
Sebagai orang percaya, mengandalkan Tuhan adalah hukum yang tak bisa dibantah dalam memperoleh kemenangan di dalam hidup ini. "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN!" Satu pesan yang tak asing bagi kita, dan memang demikian adanya. Jika membaca berbagai kisah kemenangan para tokoh Alkitab, kita akan mendapati satu kesamaan dari mereka, yaitu mereka mengandalkan Tuhan. Mengandalkan Tuhan berarti menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber kemenangan kita. Di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa, dan hanya akan menjadi sia-sia. Inilah juga yang terkandung dalam nasihat orang bijak, "Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN." Pada zaman dahulu prajurit mempersiapkan kuda untuk diperlengkapi bagi hari peperangan (Yeremia 46:4). Semakin banyak jumlah kuda maka semakin besar kemungkinan untuk menang. Namun, seberapa pun upaya terbaik kita untuk mencapai kemenangan dalam berbagai aspek, kemenangan tetaplah di tangan Tuhan. Perjuangan apa yang sedang kita hadapi, dan cara apa saja yang sedang kita upayakan? Tak ada yang salah dengan usaha. Hanya saja tatkala usaha itu ada di dalam perkenanan Tuhan, di situlah terdapat kemenangan. Semua perkara hanya dapat ditanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan bagi kita. Jangan lemah, di tengah perjuangan iman dan perjuangan hidup, andalkanlah Tuhan selalu, karena Tuhanlah kemenangan kita! [RS]