Setiap kendaraan bermotor pasti memiliki daya angkut. Untuk kendaraan truk, ada rumus hitungan untuk
"jumlah berat yang diizinkan" (JBI) berdasarkan kelas jalan yang akan dilalui. Sederhananya, berat
muatan yang akan ditampung tidak boleh melebihi konfigurasi sumbu truk. Ini dilakukan pemerintah
dengan pertimbangan keselamatan di jalan, peningkatan umur jalan, dan umur kendaraan.
Manusia juga memiliki "daya angkut" yang bervariasi satu dengan yang lain. Beberapa orang dapat
bertahan di bawah tekanan dan masalah yang sepertinya sangat berat, tapi ada juga yang merasa
masalahnya terlalu berat dan selalu beranggapan dirinya tidak sanggup bertahan dan menyelesaikannya.
Pada prinsipnya, Tuhan adalah pribadi yang paling mengenal kita dan tahu kapasitas anak-anak-Nya.
Tuhan tidak mungkin memberikan masalah atau pencobaan melebihi kekuatan dan kemampuan kita. Rasul
Paulus pernah mengalami pencobaan yang sangat berat saat Ia memberitakan Injil, ia berkata "Beban
yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga
akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati..." tapi
selanjutnya ia berkata "supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya
kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati." Ini menunjukkan satu kebenaran lain bahwa
kemampuan kita bertahan tidak datang dari dalam diri kita, tapi dari Allah. Maka dari itu, pahamilah
bahwa cobaan dan masalah yang kita hadapi saat ini adalah cobaan biasa yang tidak melebihi "daya
angkut" kita. Dengan demikian, jangan lagi berpikir kita tidak mampu, inilah kesempatan kita untuk
dapat bergantung dan mengandalkan Allah sebagai sumber kekuatan. [LS]